KORANPUBLIKA.CO.ID|Bali,- Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni Se-Jawa dan Bali soroti krisis kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. IPMMO menyebut daerah masih darurat konflik. Ribuan warga ngungsi ke gereja, hutan, dan kota. Anak-anak serta perempuan jadi korban, Senin(8/6/2026).
Akibat konflik, sekolah, puskesmas, dan aktivitas berkebun warga lumpuh.
IPMMO sampaikan 5 tuntutan:
1. Usut tuntas ledakan bom di Gereja Mbamogo, Soali, 17 Mei 2026 yang menewaskan Luter Nabelau dan melukai 3 orang.
2. Tindak lanjuti aspirasi mahasiswa & warga Intan Jaya ke Bupati, 28 Okt 2025.

3. Tarik militer non-organik dari Intan Jaya dan Papua.
4. Pemkab & Dispora Intan Jaya ungkap pelaku bom Gereja Mbamogo.
5. Jika tuntutan diabaikan, IPMMO se-Indonesia akan gelar aksi massa di Papua Tengah.
“Ini tanggung jawab moral kami untuk keadilan dan kemanusiaan,” tegas Ketua Umum IPMMO Se-Jawa & Bali, Lewi Ugipa.









