Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiInternasionalNasionalNewsRagam

TAID Dorong Penguatan Ekosistem Dirgantara Nasional Melalui Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026

433
×

TAID Dorong Penguatan Ekosistem Dirgantara Nasional Melalui Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026

Sebarkan artikel ini
PT Turkish Aerospace Indonesia (TAID) melalui penyelenggaraan Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026 (IAEF 2026) yang mengusung tema “Shaping a Sustainable Ecosystem” dengan semangat “One Future. One Ecosystem. One Standard.”

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri dirgantara global terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dilakukan oleh PT Turkish Aerospace Indonesia (TAID) melalui penyelenggaraan Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026 (IAEF 2026) yang mengusung tema “Shaping a Sustainable Ecosystem” dengan semangat “One Future. One Ecosystem. One Standard.”, Selasa(9/6/2026).

Forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, institusi pendukung, hingga mitra internasional untuk membangun ekosistem dirgantara nasional yang lebih kuat, terintegrasi, dan berdaya saing global. Kehadiran Kementerian PPN/Bappenas, PT GMF AeroAsia Tbk, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong penguatan ekosistem dan daya saing industri dirgantara Indonesia.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Di tengah transformasi industri dirgantara dunia yang ditandai oleh meningkatnya kebutuhan produksi, restrukturisasi rantai pasok global, percepatan inovasi teknologi, serta tuntutan kualitas dan keselamatan yang semakin tinggi, negara dengan ekosistem industri yang matang dan berstandar internasional memiliki peluang lebih besar untuk mengambil peran strategis dalam pasar global.

Indonesia dinilai memiliki modal yang kuat untuk memanfaatkan momentum tersebut. Kapasitas manufaktur yang terus berkembang, ketersediaan sumber daya manusia yang kompetitif, serta semakin banyaknya perusahaan nasional yang mampu memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi menjadi fondasi penting bagi penguatan industri dirgantara nasional.

Managing Director PT Turkish Aerospace Indonesia, Adi Aviantoro, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok dirgantara dunia.

“Melalui IAEF 2026, kami ingin mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu platform kolaborasi untuk memperkuat ekosistem dirgantara nasional, meningkatkan kapabilitas industri, serta membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan Indonesia untuk berpartisipasi dalam rantai pasok global,” ujarnya.

Potensi tersebut turut menjadi pertimbangan bagi Turkish Aerospace (TUSAŞ) ketika memilih Indonesia sebagai salah satu pusat strategis di Asia Tenggara untuk mendukung kebutuhan global di bidang engineering services pada tahun 2022. Komitmen itu diwujudkan melalui pendirian PT Turkish Aerospace Indonesia yang menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kemitraan industri di kawasan.

Industrialization Operations Manager Turkish Aerospace (TUSAŞ), Emrah Ekri, menilai Indonesia memiliki berbagai keunggulan yang mendukung pengembangan industri dirgantara. 1 June 9, 2026 “Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompetitif, kemampuan industri yang terus berkembang, serta posisi strategis di kawasan. Dengan pengembangan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam rantai pasok dirgantara global,” katanya.

Sejak mulai beroperasi pada tahun 2023, PT Turkish Aerospace Indonesia (TAID) secara aktif menjalankan peran strategisnya dalam mendukung pengembangan ekosistem dirgantara nasional. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang Turkish Aerospace untuk memperkuat kemitraan industri di kawasan, TAID secara konsisten membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri, institusi pendidikan, lembaga sertifikasi, hingga pemerintah guna mendorong peningkatan kapabilitas industri dirgantara Indonesia. Setelah memperoleh sertifikasi pada November 2024, TAID secara aktif melibatkan berbagai perusahaan nasional yang memiliki kompetensi di bidang machining, special process, engineering services, serta layanan manufaktur lainnya untuk mendukung berbagai proyek Turkish Aerospace.

Melalui serangkaian pemetaan dan evaluasi yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir, TAID melihat Indonesia memiliki kapasitas industri yang menjanjikan. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperkuat, mulai dari peningkatan kapabilitas teknis, harmonisasi standar kualitas, sertifikasi industri, pengembangan sumber daya manusia, hingga kesiapan operasional dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional yang terus berkembang.

Untuk menjawab tantangan tersebut, IAEF 2026 dihadirkan sebagai platform kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat fondasi ekosistem dirgantara Indonesia secara berkelanjutan.

Ketua Indonesian Aerospace Community (INACOM), J. Adi Sasongko, menilai forum ini memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing industri nasional.

“IAEF 2026 menjadi forum yang sangat penting karena mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri dirgantara dalam satu platform kolaborasi. Melalui forum ini, industri nasional dapat lebih memahami kebutuhan pasar global, memperkuat kapabilitas, serta membangun sinergi yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di industri dirgantara internasional,” ungkapnya.

Selain menghadirkan pembahasan mengenai perkembangan industri dirgantara global, IAEF 2026 juga menghadirkan jajaran eksekutif Turkish Aerospace yang membidangi sektor aerostructure, supply chain, quality, dan special manufacturing. Kehadiran para pemimpin industri tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan mengenai kebutuhan industri global, standar kualitas kelas dunia, serta peluang kolaborasi yang dapat membuka akses lebih luas bagi perusahaan Indonesia ke pasar internasional.

Melalui penyelenggaraan IAEF 2026, TAID menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan operasional bisnis di Indonesia, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pengembangan ekosistem dirgantara nasional yang tangguh dan berdaya saing global.

Lebih dari sekadar forum industri, IAEF 2026 diharapkan menjadi katalis yang mendorong peningkatan kolaborasi, transfer pengetahuan, penguatan rantai pasok, serta pengembangan 2 June 9, 2026 kapabilitas industri nasional dalam jangka panjang, sehingga Indonesia semakin siap mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem dirgantara dunia.

example 325×300