Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Harkopnas ke-79: Komisi III DPRD Jabar Dorong Koperasi Jadi Pilar Utama Pemulihan Ekonomi Rakyat

652
×

Harkopnas ke-79: Komisi III DPRD Jabar Dorong Koperasi Jadi Pilar Utama Pemulihan Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M.,

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang jatuh pada hari ini, Minggu (12/7/2026), menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran koperasi dalam memperkuat ekonomi akar rumput. Dengan mengusung tema nasional “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, gerakan koperasi dituntut untuk bertransformasi menjadi badan usaha yang modern, akuntabel, dan adaptif digital.

​Menanggapi momentum ini, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., menegaskan bahwa koperasi harus diletakkan kembali sebagai soko guru perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat. Sebagai anggota komisi yang membidangi sektor keuangan dan aset daerah, Tina melihat koperasi memiliki potensi besar untuk menekan ketimpangan ekonomi.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

​”Koperasi bukan sekadar model usaha masa lalu atau entitas tradisional. Di tengah tantangan ekonomi modern tahun 2026 ini, koperasi justru harus menjadi instrumen keadilan ekonomi rakyat. Jika koperasinya berdaya dan sehat, otomatis ekonomi masyarakat di daerah juga akan terdongkrak,” ujar Tina Wiryawati pada wartawan koranpublika di Bandung, Minggu (12/7/2026).

​Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XIII (Kuningan, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar) ini menambahkan, pemerintah daerah perlu memberikan atensi lebih pada penguatan kelembagaan dan perluasan akses permodalan bagi koperasi-koperasi aktif di desa maupun kelurahan.

​Menurut Tina, sinkronisasi antara program Kementerian Koperasi di pusat dengan kebijakan di daerah, seperti digitalisasi koperasi dan program kemitraan UMKM, harus berjalan linier. Hal ini penting agar koperasi mampu bersaing sehat dengan korporasi swasta.

​”Di Komisi III, kami terus memantau pemanfaatan modal dan kontribusi lembaga keuangan daerah. Kita ingin mendorong agar ada sinergi yang lebih kuat antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor keuangan dengan koperasi-koperasi lokal. Dengan begitu, pelaku usaha kecil tidak terjebak pada pinjaman informal yang merugikan, melainkan tumbuh bersama koperasi,” jelas politisi perempuan besutan Partai Gerindra tersebut.

​Menutup pernyataannya, Tina mengajak generasi muda di Jawa Barat untuk mulai aktif masuk dan mengelola koperasi dengan memanfaatkan teknologi.

​”Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Mari kita buktikan bahwa dengan asas kekeluargaan dan gotong royong, koperasi Jawa Barat mampu naik kelas, modern, transparan, dan menjadi pilar utama membawa Indonesia Berjaya,” pungkasnya.

example 325×300