Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Komisi 1 DPRD Provinsi Banten Lakukan Kunjungan Kerja di Jalan Tol Jakarta-Tangerang

510
×

Komisi 1 DPRD Provinsi Banten Lakukan Kunjungan Kerja di Jalan Tol Jakarta-Tangerang

Sebarkan artikel ini
Kunjungan kerja ke Ruas Tol Jakarta-Tangerang ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Banten Muhammad Faizal beserta 12 anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Banten.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Jakarta,- Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Amri Sanusi didampingi oleh Coordinator Area Jasamarga Tollroad Maintenance Area Jakarta Tangerang-JKC (JMTM) Viraldy Maulana, Manager Area Jasamarga Tollroad Operator(JMTO) area Jakarta-Tangerang Richo tamba dan Rest Area Manager Region 1 Jasamarga Related Business (JMRB) Agus Umoro, menerima Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Banten beserta Anggota Dewan dalam rangka Kunjungan Kerja di Jalan Tol Jakarta-Tangerang, bertempat di Jasa Marga Internet of Things (IoT) Laboratory di Kota Tangerang pada Rabu (15/07). Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai wadah koordinasi dan evaluasi pelayanan, kelayakan fasilitas jalan tol dan penanganan keluhan pengguna jalan di Ruas Tol Jakarta-Tangerang, Sabtu(18/7/2026).

Kunjungan kerja ke Ruas Tol Jakarta-Tangerang ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Banten Muhammad Faizal beserta 12 anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Banten, Kunjungan ini disambut langsung oleh Senior Manager Representative 2 JMT beserta jajaran JMT.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Senior Manager Representative 2 JMT Amri Sanusi membuka acara dengan paparan singkat terkait operasional Jalan Tol Jakarta-Tangerang. Jalan Tol sepanjang total 26,8 KM ini memiliki peran penting dan strategis dalam menghubungkan Jakarta dengan wilayah Tangerang dan sekitarnya. Sebagai salah satu jalan tol utama, Ruas Tol Jakarta-Tangerang dilengkapi dengan armada pelayanan lalu lintas yang lengkap, seperti keberadaan armada Mobile Customer Servie (MCS), mobil Polisi Jalan Raya, mobil Ambulace, mobil Rescue, mobil Satgas Security dan armada Derek – Crane, serta sistem informasi komunikasi (CCTV dan DMS) untuk memastikan kecepatan pelayanan dan penanganan jika terjadi hambatan di jalan tol. Selain itu dengan tingginya volume lalu lintas di ruas ini menuntut kondisi jalan yang andal, JMT melakukan pemeliharaan secara berkala untuk menjaga kualitas infrastruktur serta memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna jalan.

Penjelasan dilanjutkan dengan perkenalan rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Travoy KM 13 A dan 14 B. TIP yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung melebihi apa yang dipersyaratkan seperti Masjid, toilet, bengkel, ruang laktasi, pujasera, SPBU dan SPKLU serta media pengolahan sampah. Guna menjamin kenyamanan pengguna jalan, tidak hanya untuk istirahat di tengah perjalanan, namun juga untuk membeli kebutuhan keluarga di perjalanan.

Amri Sanusi melanjutkan paparan terkait dengan layanan operasi, salah satunya adalah operasi penindakan Truk Over Loading (OL) dan Over Dimension (OD). Jasa Marga secara berkala telah melakukan upaya bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk melakukan operasi penindakan kendaraan Over Loading memanfaatkan Weigh in Motion (WIM) dan jembatan timbang di jalan tol. Dari sisi pengemudi, Jasa Marga juga secara rutin melakukan cek kesehatan dan mensosialisasikan keselamatan berkendara yang dikhususkan pada pengemudi kendaraan angkutan.

Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Banten, Muhammad Faizal menanggapi bahwa Komisi 1 mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini, namun ada beberapa hal yang masih harus ditingkatkan.

“Kami mengapresiasi komitmen Jasamarga Metropolitan Tollroad dalam menjaga pelayanan operasional dan pemeliharaan Jalan Tol Jakarta–Tangerang. Berbagai langkah yang telah dilakukan menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memberikan layanan yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan tol. Ke depan, kami berharap koordinasi antara Jasa Marga dengan para pemangku kepentingan, khususnya Kepolisian, Kementerian Perhubungan, serta instansi terkait lainnya, dapat terus diperkuat untuk menangani berbagai persoalan di jalan tol, seperti kendaraan yang parkir di bahu jalan maupun kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).” Tambah Faizal.

Diskusi pun diakhiri dengan harapan agar segala upaya maksimal dapat dilakukan semua pihak. Kolaborasi lintas instansi akan semakin ditingkatkan untuk menghadirkan jalan tol yang aman, nyaman dan selamat bagi semua pihak, terutama pengguna jalan.

example 325×300