KORANPUBLIKA.CO.ID|Tasikmalaya,– Tidak ada kata kompromi di Hari Kemerdekaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama seluruh industri jasa keuangan Priangan Timur kompak menyatakan perang terhadap kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi.
Komitmen itu dikumandangkan saat Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin 17 Agustus 2026 di Kantor OJK Tasikmalaya dengan tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Ini bukan sekadar upacara. Ini deklarasi bahwa sektor keuangan Priangan Timur siap jadi garda terdepan pembangunan.
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati menyampaikan dan menegaskan kemerdekaan harus diisi kerja nyata.
“Yah Kemerdekaan tidak cukup dimaknai dengan mengenang sejarah. Harus diterjemahkan jadi aksi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Nofa, Jumat(21/8/2026)
Menurutnya, tugas OJK dan industri jasa keuangan saat ini adalah menciptakan sektor keuangan yang sehat, berintegritas, inklusif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan rakyat.
“Momentum kemerdekaan harus jadi pengingat untuk terus memberi yang terbaik. Perjuangan kita hari ini adalah menjaga integritas, kerja profesional, bangun kepercayaan, dan pastikan setiap pekerjaan berdampak nyata bagi masyarakat,”ujarnya.
“Kami menantang seluruh pelaku industri jasa keuangan di Priangan Timur untuk fokus pada 4 jurus utama yakni
Pertama Perkuat intermediasi agar uang masyarakat tersalurkan ke sektor produktif, Kedua Perluas akses pembiayaan khusus untuk UMKM sebagai tulang punggung ekonomi, ketiga Perketat pelindungan konsumen dari pinjol ilegal dan investasi bodong dan keempat Terapkan tata kelola yang bersih dan berintegritas di setiap lembaga.
“Pertumbuhan industri jasa keuangan harus sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi kuat antara OJK dan industri wajib dijaga agar manfaatnya dirasakan seluas-luasnya,” kata Nofa.
Targetnya jelas. UMKM naik kelas, lapangan kerja bertambah, dan masyarakat Priangan Timur dari Tasik, Ciamis, Banjar, Pangandaran, sampai Garut merasakan dampaknya langsung.
Kami berpesan sektor keuangan tidak boleh diam. Di usia 81 tahun Indonesia, OJK dan industri jasa keuangan memilih bergerak. All out untuk ekonomi. All out untuk rakyat dan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Dimulai dari Priangan Timur, “pesannya









