Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNews

Jelang Milangkala ke-14, Bupati Pangandaran Sambangi Kediaman Ketua Presidium Pemekaran

546
×

Jelang Milangkala ke-14, Bupati Pangandaran Sambangi Kediaman Ketua Presidium Pemekaran

Sebarkan artikel ini
Bupati Citra Pitriyami dan jajaran sedang berkunjung ke kediaman Ketua Presidium pemekaran Kabupaten Pangandaran, Selasa, 20 Oktober 2026.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Pangandaran,– Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyambangi kediaman Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran, Supratman, di Jalan Gembor, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Selasa, 20 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan menjelang peringatan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Selain bersilaturahmi, Bupati Citra juga meminta doa dan menyampaikan undangan secara langsung kepada Supratman untuk menghadiri puncak peringatan hari jadi Kabupaten Pangandaran.

Rombongan Bupati bersama jajaran pejabat Pemkab Pangandaran tiba menggunakan bus Dinas Perhubungan. Menurut Citra, penggunaan satu kendaraan untuk rombongan menjadi bagian dari upaya efisiensi anggaran pemerintah daerah.

“Seperti biasanya, setiap menjelang Milangkala, pemerintah daerah mengagendakan silaturahmi dan ziarah makam kepada para tokoh agama serta Presidium pemekaran,” kata Citra.

Ia mengatakan, pertemuan dengan Supratman juga menjadi kesempatan untuk meminta doa sekaligus mendengarkan pesan dari tokoh yang terlibat dalam sejarah berdirinya Kabupaten Pangandaran.

“Kami sudah bersilaturahmi dengan Pak Haji Supratman. Beliau adalah Ketua Presidium pemekaran Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

Citra berharap Supratman dapat menghadiri puncak Milangkala ke-14. Dalam pertemuan tersebut, ia juga menerima pesan dari Supratman mengenai pentingnya pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Tadi ada pesan dari Pak Haji Supratman, bahwa jika bupati bersama rombongan tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat, beliau selalu ada untuk kita semua,” tutur Citra.

Pemkab Pangandaran juga berencana bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh Presidium lainnya, di antaranya Wagiman dan Andise. Selain itu, pemerintah daerah berencana mengunjungi mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Ujang Endin, serta sejumlah tokoh lainnya.

Terkait penggunaan bus dalam kunjungan tersebut, Citra menegaskan langkah itu dilakukan untuk menghemat anggaran dibandingkan menggunakan kendaraan dinas masing-masing pejabat.

“Pakainya bus saja, kan lagi efisiensi anggaran,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Supratman turut menyampaikan pandangannya mengenai arah pembangunan Kabupaten Pangandaran. Ia menilai sektor pariwisata saat ini seolah menjadi lokomotif perekonomian daerah.

Namun, perkembangan sektor tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi bidang lainnya, terutama pertanian.

Menurut Supratman, pembangunan Pangandaran perlu diarahkan agar manfaat pertumbuhan pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia juga menyoroti keberadaan tiga bendungan yang telah selesai dibangun. Jika berfungsi optimal untuk menampung air, bendungan tersebut dinilai dapat membantu mengurangi risiko kekeringan yang mengancam lahan pertanian.

“Sekarang sudah ada tiga bendungan yang sudah jadi. Nanti tambah lagi satu. Kalau itu berfungsi untuk menampung air, kan bisa mengurangi risiko kekeringan di sawah-sawah. Nah, itu saya usulkan kepada Ibu Bupati untuk bisa dipikirkan ke depannya,” ujar Supratman.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan pemanfaatan infrastruktur sumber daya air tersebut agar mendukung kebutuhan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menjelang usia ke-14 Kabupaten Pangandaran, Supratman juga mengingatkan pemerintah daerah agar menjadikan momentum hari jadi sebagai bahan refleksi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat dan kebersamaan.

Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam penempatan pejabat di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, jabatan kepala dinas harus diisi oleh orang yang memiliki kompetensi, bukan semata-mata karena kedekatan personal.

“Jangan hanya karena ada kedekatan lalu ditempatkan menjabat sebagai kepala dinas. Kepala dinas itu harus membuat rencana kerja dan diuji setiap tahun,” katanya.

Supratman meyakini, penerapan profesionalisme dalam birokrasi akan menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong kemajuan Kabupaten Pangandaran.

“Kalau profesionalisme sudah diterapkan, saya yakin Pangandaran akan maju,” ucapnya.

Ia juga menilai, selama 14 tahun menjadi daerah otonom setelah memisahkan diri dari kabupaten induk, Ciamis, Pangandaran telah memiliki kesempatan untuk melaksanakan pembangunan di berbagai bidang. Salah satu hasil yang ia soroti adalah kondisi infrastruktur jalan yang dinilai semakin baik dibandingkan sebelumnya.

“Minimal jalan-jalan di Pangandaran sudah bagus. Jalan yang becek tinggal sedikit,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai undangan untuk menghadiri puncak Milangkala pada 25 Oktober 2026, Supratman mengatakan kehadirannya akan bergantung pada kondisi kesehatan.

“Tergantung besok, saya sehat atau tidak. Kalau enggak sehat, ya jangan dipaksa,” katanya.

example 325×300