Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsPendidikanRagam

KKN Internasional 2026 di Pangandaran Resmi Ditutup, Jadi Panggung Kreativitas, UMKM dan Budaya Desa

782
×

KKN Internasional 2026 di Pangandaran Resmi Ditutup, Jadi Panggung Kreativitas, UMKM dan Budaya Desa

Sebarkan artikel ini
Konferensi pers penutupan KKN Internasional di Kabupaten Pangandaran, Minggu, 23 Agustus 2026.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Pangandaran,- Rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional BKS-PTN Wilayah Barat dan KKN Reguler Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung 2026 resmi memasuki tahap penutupan. Kegiatan ditandai dengan Festival dan Expo yang digelar di Alun-Alun Parigi, Kabupaten Pangandaran, pada 22-23 Agustus 2026.

Mengusung tema “Inclusive Smart Tourism and Creative Economy through Art and Cultural Empowerment for Sustainable Development Goals”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil pengabdian selama menjalankan KKN di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

KKN Internasional 2026 diikuti 236 mahasiswa, termasuk 15 mahasiswa asing dari Thailand, Malaysia, Bangladesh, India, Pakistan, Tanzania, dan Yaman. Program tersebut melibatkan jejaring 38 perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh.

ISBI Bandung berperan sebagai co-host bersama Universitas Siliwangi selaku host, BKS-PTN Wilayah Barat, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, serta sejumlah komunitas.

Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimawarti, S.Sen., M.Hum., mengatakan mahasiswa tidak sekadar ditempatkan sebagai pelaksana program di tengah masyarakat.

“Mahasiswa tidak ditempatkan sebagai pihak yang datang untuk sekadar menjalankan program, tetapi sebagai mediator dan problem solver yang bekerja bersama masyarakat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, KKN Internasional berlangsung pada 22 Juli hingga 24 Agustus 2026. Kegiatan tersebar di dua kabupaten, yakni enam desa di Kabupaten Tasikmalaya dan 10 desa di Kabupaten Pangandaran.

Sementara itu, KKN Reguler ISBI Bandung diikuti 214 mahasiswa yang ditempatkan di 14 desa di Kabupaten Pangandaran. Dengan demikian, keseluruhan program KKN menjangkau 30 desa di dua kabupaten.

Festival dan Expo di Alun-Alun Parigi menjadi etalase hasil kreativitas mahasiswa dan masyarakat desa. Berbagai karya ditampilkan melalui pameran hasil KKN, Expo UMKM desa, kuliner, hingga pertunjukan seni yang melibatkan 24 desa di Kabupaten Pangandaran.

Pertunjukan tersebut menampilkan beragam bentuk seni, mulai dari paduan suara, puisi, tari, musik tradisional, teater, drama musikal hingga film dokumenter.

Sejumlah karya yang ditampilkan antara lain “Swara Kondangjajar” dari Desa Kondangjajar, “Ngulinkeun Barudak Cijulang” dari Desa Cijulang, Rampak Sekar dan Tari Sulanjana dari Desa Karang Benda, “Parahara Tatar Pananjung” dari Desa Pananjung, drama musikal Longser “Tapak Pajaten” dari Desa Pejaten, Short Drama “Tapak” dari Desa Babakan, serta drama kolosal “Sora Ti Jaladri” dari Desa Karang Jaladri.

Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah “Warisan Hirup” dari Desa Margacinta. Pertunjukan tersebut mengangkat hubungan manusia dengan alam melalui kehidupan para petani. Karya itu dikemas melalui kolaborasi Tarawangsa Jentreng, Seni Badud, Gamelan, Kaulinan Barudak, tari dan teatrikal yang melibatkan masyarakat setempat.

Dari Desa Parigi, mahasiswa turut memamerkan tradisi kerajinan tanah liat yang dilengkapi infografis dan video dokumenter folklor Kebo Bule. Selain itu, Mars Desa Parigi yang telah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

Sementara dari Desa Pananjung, mahasiswa Antropologi Budaya menampilkan film dokumenter “Kilas Balik Stasiun Pangandaran”. Film tersebut menjadi upaya untuk menghidupkan kembali memori tentang warisan sejarah atau heritage Pangandaran.

Pada malam puncak, ISBI Bandung turut menghadirkan karya utama berupa Drama Tari “Niskala Gudha Dewi Siti Samboja”. Pertunjukan ini memadukan teater, tari Sunda, karawitan, wayang golek, seni rupa dan material lokal Pangandaran.

Pertunjukan tersebut semakin menarik karena Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami, S.H., turut tampil sebagai guest star dengan memerankan tokoh Dewi Siti Samboja.

Sejumlah pimpinan BKS-PTN Wilayah Barat juga hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rektor Universitas Siliwangi Prof. Aripin, Ketua Forum BKS-PTN Prof. Salampak, Rektor Universitas Lampung, Rektor Universitas Malikussaleh, serta jajaran pimpinan perguruan tinggi lainnya.

Rangkaian Festival dan Expo juga dimeriahkan Pagelaran Wayang Golek dan Wayang Kulit oleh Ki Yogaswara Sunandar dari Giri Harja 3 Putra dan Ki Bhatarasena Sunandar. Selain itu, ditampilkan pula kolaborasi teater tradisional Mak Yong UPSI dan ISBI Bandung.

ISBI Bandung menyebut kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil pengabdian, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM dan masyarakat desa memperkenalkan produk serta potensi daerah.

“Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM dan masyarakat desa memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk serta potensi daerah. Sementara masyarakat umum dapat mengenal ragam kreativitas lokal yang tumbuh di Pangandaran,” demikian siaran pers ISBI Bandung.

Adapun luaran KKN mencakup pengembangan sumber daya manusia bidang seni, pemetaan potensi budaya, karya kreatif, pendidikan seni, film dokumenter, buku pengetahuan lokal hingga pertunjukan seni.

Bagi mahasiswa, pelaksanaan KKN menjadi ruang pembelajaran langsung untuk mengasah empati, komunikasi, kerja interdisipliner, kepemimpinan dan kemampuan memecahkan persoalan di masyarakat.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara juga memperkaya interaksi lintas budaya sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

example 325×300