KORANPUBLIKA.CO.ID|Tasikmalaya,- Motif di balik hilangnya TT(38) ibu rumah tangga asal Desa Mandalawangi, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya akhirnya terbongkar.
Yang sempat bikin geger keluarga dan warga ternyata hanyalah skenario rekayasa. TT sengaja menghilang agar bisa diceraikan suaminya, Deni, 40 tahun. Cerita dijanjikan kerja sebagai pemandu lagu di Bekasiternyata fiktif belaka.
Peristiwa ini bermula Kamis 20 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. TT pamit dari rumah dengan mengendarai Honda Genio warna hitam nopol Z 2571 SA.
Kepada suaminya ia bilang mau bertamu ke rumah kerabat. Ia hanya membawa 1 ponsel dan sengaja meninggalkan 1 ponsel lain di rumah. Tiga hari tak ada kabar, keluarga mulai panik.
Pada Minggu 23 Agustus 2026 pagi, TT tiba-tiba menghubungi suaminya. Ia mengaku sudah berada di Bekasi. TT bilang awalnya dijanjikan kerja di restoran. Tapi nyatanya justru mau dipekerjakan sebagai pemandu lagu di warkop mie.
Saat Deni memintanya pulang, TT beralasan dilarang pemilik warkop. Tak lama kemudian ponselnya langsung dimatikan. Merasa ada yang janggal dan khawatir, Deni akhirnya melapor ke Polsek Salopa Senin 24 Agustus 2026 malam.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan pihaknya langsung merespon laporan tersebut.
“Ini merupakan komitmen respon cepat kepolisian dalam menangani setiap laporan masyarakat. Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak melakukan penelusuran,” tegas Ade.
Satreskrim Polsek Salopa bersama Unit PPA Polres Tasikmalaya langsung diterjunkan. Tim langsung melakukan penyisiran ke Bekasi Barat hingga Jakarta Timur, memeriksa kos-kosan dan tempat hiburan malam. Hasilnya nihil.
Titik terang baru muncul pada abu 26 Agustus 2026. Saat memeriksa ponsel TT yang tertinggal di rumah, polisi menemukan notifikasi log-in akun Facebook korban dari perangkat lain dan Lokasi perangkat itu terdeteksi di Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang.
Tim langsung berkoordinasi dengan Polsek Cimanggu Polres Sumedang dan mengecek CCTV sekitar. Benar saja, keberadaan TT berhasil diidentifikasi di wilayah tersebut.
Saat ditemukan, sempat terjadi adu mulut karena TT menolak pulang. Dengan pendekatan persuasif, akhirnya ia bersedia dibawa kembali ke Tasikmalaya secara sukarela.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri mengungkap motif sebenarnya.
Dari hasil pemeriksaan, cerita soal bakal dipekerjakan sebagai pemandu lagu freelance di Bekasi itu murni rekayasa. Motif utamanya, korban ingin pisah atau cerai dengan suaminya karena sering terjadi perselisihan,” kata Heru, Kamis 27 Agustus 2026.
Sebelum dipulangkan, TT terlebih dulu menjalani pemeriksaan medis oleh tim Dokkes Polres Tasikmalaya untuk memastikan kondisi fisik dan psikologisnya sehat.
Deni mengaku lega dan sangat berterima kasih kepada polisi. Dalam waktu kurang dari 48 jam, istrinya berhasil ditemukan dengan selamat.
“Terimakasih pak Kapolres, Kasat Reskrim, pak Kanit PPA dan semua jajarannya yang telah bersusah payah mencari keberadaan istri saya yang sempat hilang. Kini kami bisa bertemu kembali,”jelasnya.










