Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahNasionalNewsRagam

Aksi Solidaritas, Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Gunung Krakatau

568
×

Aksi Solidaritas, Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Gunung Krakatau

Sebarkan artikel ini
Doa bersama sebagai bentuk solidaritas untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di Anak Krakatau digelar di Pantai Barat Pangandaran.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Pangandaran,- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya Pangandaran bersama sejumlah insan pers menggelar doa dan dzikir bersama sebagai bentuk solidaritas bagi lima jurnalis yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau.

Doa bersama yang dihadiri oleh Ketua DPRD Asep Noordin, Dandim 0625 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, Wakapolres Kompol Glatiko Nagiewanto, Kasat Polair AKP Anang Tri Sodikin, Ketua SAR Barakuda Sakio serta Ustadz Saridan digelar di Pantai Barat Pangandaran, Minggu, 20 September 2026 malam.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Kelima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan Anak Krakatau tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Mereka hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Perwakilan IJTI Galuh Raya Pangandaran, Padna, mengatakan doa bersama itu merupakan wujud kepedulian insan pers terhadap para jurnalis dan awak kapal yang masih dalam pencarian.

“Malam ini kita melaksanakan kegiatan doa bersama untuk mendoakan lima rekan jurnalis dan ABK yang hilang saat menjalankan tugas. Saat ini sudah 14 hari dan beberapa hari ke belakang pencarian sudah ditutup. Ini salah satu bentuk kepedulian kita kepada mereka yang dinyatakan belum ditemukan atau hilang,” ujar Padna.

Menurut Padna, kegiatan tersebut juga menjadi dukungan moral bagi keluarga dan rekan-rekan korban yang masih menantikan kabar mengenai keberadaan mereka.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB itu diwarnai suasana haru. Para jurnalis menengadahkan tangan, melantunkan doa dan dzikir, serta menyalakan lilin sebagai simbol harapan agar kelima rekan mereka segera ditemukan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simbol solidaritas sesama jurnalis, tetapi juga penguat bagi keluarga yang masih menunggu kepastian.

Ia menyampaikan bahwa tugas jurnalistik di lapangan memiliki risiko yang tidak selalu dapat diprediksi. Karena itu, kepedulian dan dukungan antarsesama insan pers menjadi hal penting ketika rekan seprofesi menghadapi musibah.

Malam itu, kamera dan mikrofon yang biasanya digunakan untuk meliput berbagai peristiwa seolah dikesampingkan sejenak. Para jurnalis berkumpul dalam satu harapan agar kelima rekan seprofesi mereka segera ditemukan dan kembali ke tengah keluarga.

example 325×300