Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Pencarian Korban Longsor KBB Berlanjut, 53 Kantong Jenazah Telah Dievakuasi

854
×

Pencarian Korban Longsor KBB Berlanjut, 53 Kantong Jenazah Telah Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Jawa Barat Komisi I dari Fraksi PKB, H. Muhamad Sidkon Djampi S.H, MM , menyampaikan duka mendalam dan apresiasi terhadap kerja keras tim SAR serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Kabupaten Bandung Barat,- Upaya pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga Rabu (28/1/2026) pukul 16.00 WIB, sebanyak 53 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, 27 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyampaikan bahwa seluruh jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar untuk proses identifikasi. Hingga Selasa (27/1/2026) malam, sebanyak 37 korban telah berhasil diidentifikasi.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Menanggapi bencana ini, Anggota DPRD Jawa Barat Komisi I dari Fraksi PKB, H. Muhamad Sidkon Djampi S.H, MM, menyampaikan duka mendalam dan apresiasi terhadap kerja keras tim SAR serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Kami sangat berduka atas musibah ini. Di sisi lain, kami mengapresiasi dedikasi para petugas SAR, relawan, dan aparat yang terus bekerja tanpa lelah. Ini adalah bentuk solidaritas kemanusiaan yang luar biasa,” ujar Kang Sidkon saat meninjau lokasi pengungsian.

Kang Sidkon juga menyoroti pentingnya percepatan penanganan pengungsi dan pemulihan pascabencana. Ia meminta agar pemerintah daerah dan pusat memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi secara layak dan berkelanjutan.

“Jangan sampai ada pengungsi yang terlantar atau kekurangan logistik. Pemerintah harus hadir secara nyata, baik dalam penyediaan hunian sementara maupun bantuan sosial,” tegasnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa pengungsi akan dipindahkan dari Kantor Desa Pasirlangu ke hunian sementara. Terdapat dua opsi: hunian sementara yang dibangun pemerintah atau dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 per kepala keluarga per bulan bagi yang memilih mencari tempat tinggal sendiri.

Kang Sidkon Djampi juga menekankan pentingnya mitigasi bencana ke depan, terutama di wilayah rawan longsor seperti KBB. Ia mendorong Pemprov Jabar untuk memperkuat sistem peringatan dini dan mempercepat relokasi warga dari zona merah.

“Kita tidak bisa terus-menerus bersikap reaktif. Harus ada langkah preventif yang konkret, termasuk edukasi kebencanaan dan penataan ruang yang berbasis risiko,” katanya.

Berdasarkan data sementara BNPB, sebanyak 48 rumah terdampak langsung oleh longsor. Rumah-rumah tersebut akan dibangun kembali di lokasi yang dinilai aman dari potensi bencana. Jumlah ini masih bisa bertambah seiring proses pendataan yang terus berlangsung.

example 325×300