Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahGaya HidupNasionalNewsRagam

Muspasme VIII Paroki Komopa Stasi Eyagitaida Resmi Ditutup, Demian Degei: Peran Anak Muda Jadi Kekuatan Gereja di Topiyai

769
×

Muspasme VIII Paroki Komopa Stasi Eyagitaida Resmi Ditutup, Demian Degei: Peran Anak Muda Jadi Kekuatan Gereja di Topiyai

Sebarkan artikel ini
Bupati Paniai (kanan), Ketua PMI Paniai (kiri), Bersama Ketua Stasi Demian Degei (tengah).

KORANPUBLIKA.CO.ID|Komopa, Paniai,- Musyawarah Pastoral Stasi Daida Eyagitaida (Muspasme) VIII resmi ditutup pada Sabtu, 7 Februari 2026, melalui ibadah syukur yang dirangkaikan dengan tradisi bakar batu di Komopa, Distrik Topiyai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Ketua Panitia Muspasme VIII, Demian Degei, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan gereja sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Ia menilai semangat anak muda sejak awal kepanitiaan, Januari hingga Februari 2026, menjadi roh utama penyelenggaraan Muspasme kali ini. Hal tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Paniai: “Anak Muda Cepat dan Gerak.”

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Sejak awal, kami berkomitmen melibatkan anak muda secara aktif agar gereja terus hidup dan relevan,” ujar Demian, Selasa (10/2/2026).

 

Penutupan Muspasme VIII turut dihadiri Bupati Paniai sebagai tamu kehormatan. Acara ditandai dengan ibadah syukur, makan bersama melalui tradisi bakar batu, serta sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan keberhasilan.

Muspasme VIII berlangsung di wilayah Stasi Daida Eyagitaida, Komopa, Aradide, dengan melibatkan umat dari Stasi Daida Eyagitaida Dokukiyaida, Distrik Topiyai. Selama kegiatan, peserta mengikuti diskusi pastoral, pelayanan umat, serta perumusan arah pelayanan gereja ke depan.

Demian menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat Distrik Topiyai, kepala kampung, pemuda pengawal distrik, tokoh intelektual, serta seluruh pihak yang mendukung. Pemerintah Kabupaten Paniai juga memberikan bantuan sosial berupa 30 karung beras, bahan makanan, dan perlengkapan lainnya.

Muspasme VIII dibuka secara resmi oleh Uskup Timika pada awal tahun 2026. Fokus kegiatan adalah penguatan pelayanan pastoral, dialog bersama umat, serta konsolidasi gereja di Distrik Topiyai.

“Kami berharap hasil Muspasme ini menjadi bekal untuk meningkatkan pelayanan gereja dan memperkuat persatuan umat di Paniai,” tutup Demian.

example 325×300