Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiKesehatanNasionalNewsRagam

Keracunan Massal Program MBG di Bandung Barat, E. coli dan Nitrit Jadi Pemicu Utama

1000
×

Keracunan Massal Program MBG di Bandung Barat, E. coli dan Nitrit Jadi Pemicu Utama

Sebarkan artikel ini
Dugaan penyebab utama kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya mulai terungkap. Foto: Ist

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung Barat,- Dugaan penyebab utama kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya mulai terungkap. Hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Dinas Kesehatan KBB menemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) serta kandungan nitrit positif dalam sampel makanan dan air yang dikonsumsi para siswa, Selasa(11/11/2025).

Koordinator Labkesmas Dinkes KBB, Sudarsono, menjelaskan bahwa nitrit dapat terbentuk dari nitrat alami pada sayuran, namun perubahan tersebut dipicu oleh kontaminasi bakteri dari air atau peralatan masak yang tidak steril. 

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Bakteri dari air bisa mengubah nitrat menjadi nitrit. Zat ini berbahaya karena dapat mengikat hemoglobin dan menghambat penyerapan oksigen dalam tubuh,” ujarnya.

Temuan Labkesmas menunjukkan sejumlah Sentra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih menggunakan air bersih yang mengandung coliform dan E. coli. Padahal, sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, kadar coliform maupun E. coli dalam air minum harus nol. Menindaklanjuti hal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan agar seluruh dapur penyelenggara MBG menggunakan air minum bersertifikat yang memenuhi standar SNI atau BPOM, serta dilengkapi filter dan sinar ultraviolet (UV) untuk membunuh bakteri.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa kualitas air menjadi faktor dominan penyebab keracunan di Bandung Barat. “Hasil kajian Kemenkes menunjukkan 75 persen kasus keracunan di Bandung Barat berkaitan dengan air yang tidak memenuhi standar kebersihan,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan pentingnya kebersihan dalam mencuci bahan makanan, termasuk buah yang sudah dikupas.

Gejala keracunan akibat nitrit berbeda dengan keracunan bakteri biasa. Jika keracunan bakteri umumnya ditandai diare hebat, maka keracunan nitrit lebih sering menimbulkan sesak napas, lemas, dan gejala kekurangan oksigen.

Sebagai langkah pencegahan, Labkesmas Bandung Barat merekomendasikan:

  • Wajib menggunakan air minum bersertifikat untuk memasak
  • Pemasangan filter dan alat UV untuk sterilisasi air
  • Pemeriksaan laboratorium rutin terhadap sumber air dan bahan pangan

Dengan penerapan standar tersebut, Pemkab Bandung Barat optimistis kasus keracunan akibat nitrit maupun E. coli tidak akan terulang kembali.

example 325×300