Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Investasi Jabar 2025 Tembus Rp296,8 Triliun, Tertinggi di Indonesia Ronny Hermawan: Komitmen Jaga Iklim Investasi Harus Diiringi Pemerataan Manfaat

849
×

Investasi Jabar 2025 Tembus Rp296,8 Triliun, Tertinggi di Indonesia Ronny Hermawan: Komitmen Jaga Iklim Investasi Harus Diiringi Pemerataan Manfaat

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Ronny Hermawan S.H, sampaikan apresiasinya terhadap kinerja Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Provinsi Jawa Barat kembali mencatatkan prestasi sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI, total investasi yang masuk ke Jawa Barat mencapai Rp296,8 triliun atau 109,9 persen dari target yang ditetapkan. Angka ini meningkat 18,21 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp251,14 triliun.

Menanggapi capaian tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Ronny Hermawan S.H,  menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Capaian ini menunjukkan bahwa Jawa Barat masih menjadi magnet utama investasi nasional. Namun, yang tak kalah penting adalah memastikan bahwa manfaat dari investasi ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam bentuk pembukaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal,” ujar Ronny, yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi III DPRD Jabar, Jumat (16/1/2026).

Ronny menekankan pentingnya pengawasan terhadap implementasi investasi agar tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek pemerataan dan keberlanjutan.

“Kami di Komisi III akan terus mengawal agar investasi yang masuk tidak hanya besar secara angka, tetapi juga berkualitas dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Pemerataan pembangunan antarwilayah harus menjadi prioritas,” tambahnya.

Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp147,02 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp149,8 triliun. Komposisi ini menunjukkan keseimbangan antara kontribusi investor asing dan domestik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut capaian ini sebagai sinyal positif di tengah tantangan global. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat ekosistem investasi melalui penyederhanaan perizinan, penguatan infrastruktur, serta menjaga kelestarian lingkungan dan kearifan lokal.

Ronny Hermawan pun mendukung langkah-langkah tersebut, seraya mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Sinergi antara pemerintah, legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan investasi. DPRD siap berperan aktif dalam memastikan regulasi dan pengawasan berjalan optimal,” pungkasnya.

Dengan capaian ini, Jawa Barat tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menjadikan investasi sebagai instrumen pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

example 325×300