KORANPUBLIKA.CO.ID|Paniai, Papua Tengah – Kepala Distrik Kebo, Matias Gobai, menyampaikan bahwa Bantuan Sosial (Bansos) diperuntukkan bagi individu, keluarga, maupun kelompok masyarakat di Distrik Kebo, Kabupaten Paniai, yang termasuk kategori miskin, rentan miskin, atau menghadapi kondisi sosial dan ekonomi tertentu. Hal ini disampaikan melalui telepon kepada wartawan Koranpublika.co.id dari Kampung Togowa Ikiyaipugaida, Jumat (2/12/2025) pukul 13.14 WIT.
Gobai menjelaskan, pembagian Bansos juga melibatkan beberapa denominasi gereja di Distrik Kebo sebagai bentuk perhatian besar dari pemerintah. Bantuan ini ditujukan bagi penyandang disabilitas, pekerja informal yang terdampak, serta masyarakat di 12 desa dan denominasi gereja di wilayah Paniai Utara. Tujuan utama program ini adalah memberikan perlindungan sosial sekaligus tambahan dukungan ekonomi.
“Saya sangat mengapresiasi pihak Pemerintah Kabupaten Paniai di bawah pimpinan Bupati Yampit Nawipa, Amd.Tek, serta Dinas Sosial Paniai. Penerima Bansos harus terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos dan memenuhi kriteria program seperti PKH (Program Keluarga Harapan) atau **BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai),” ungkap Gobai.
Desa-desa di Distrik Kebo
Distrik Kebo terdiri dari desa induk dan pemekaran sesuai data Pemerintah Kabupaten Paniai, yakni:
- Yokagadagi
- Uwaiye
- Tuwamakida
- Togowa
- Mugimeketago
- Kebo II
- Kagupagu
- Ibumomaida
- Geibu
- Dawawa
- Bunaida
- Aiyaigo
Gobai menambahkan, dirinya sebagai Kepala Distrik Kebo berkomitmen untuk terus bergerak bersama masyarakat. Ia menegaskan bahwa pelayanan tidak hanya berupa janji, melainkan aksi nyata dengan berkeliling ke 12 desa di Distrik Kebo Paniai Utara.
“Saya sangat berterima kasih atas kerja sama masyarakat, dukungan doa, dan amanah yang diberikan. Tugas pelayanan saya akan terus berjalan bersama masyarakat,” tutup Gobai.











