Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Ronny Hermawan Dorong Sejarah Lokal Masuk Ranperda Pemajuan Kebudayaan Jawa Barat

833
×

Ronny Hermawan Dorong Sejarah Lokal Masuk Ranperda Pemajuan Kebudayaan Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Komisi 3 Fraksi Demokrat, Ronny Hermawan, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Ronny Hermawan S.H, menegaskan pentingnya memasukkan sejarah lokal ke dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan. Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) XII DPRD Jabar yang tengah membahas substansi Ranperda tersebut, Senin(19/1/2026).

Sebagai anggota Komisi III DPRD Jabar yang juga tergabung dalam Pansus XII, Ronny menilai bahwa sejarah lokal merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Jawa Barat. Menurutnya, pelestarian nilai-nilai sejarah lokal akan memperkuat karakter generasi muda dan memperkaya narasi kebudayaan daerah.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Kita tidak bisa bicara pemajuan kebudayaan tanpa menyentuh akar sejarah lokal. Banyak nilai-nilai luhur yang lahir dari kearifan lokal dan tokoh-tokoh sejarah di tiap kabupaten/kota di Jawa Barat. Ini harus diakomodasi dalam regulasi,” ujar Ronny.

Ia mencontohkan sejumlah situs sejarah dan tokoh lokal yang selama ini belum mendapatkan perhatian optimal dalam kebijakan kebudayaan daerah. Ronny mendorong agar Ranperda ini tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga mampu menjadi payung hukum yang konkret dalam pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan sejarah lokal.

Lebih lanjut, Ronny menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, budayawan, dan masyarakat adat dalam merumuskan data pokok kebudayaan daerah. Ia juga mengusulkan agar Ranperda ini mengatur mekanisme pendokumentasian sejarah lokal secara sistematis dan berkelanjutan.

“Kita perlu memastikan bahwa sejarah lokal tidak hanya hidup dalam cerita lisan, tetapi juga tercatat, diajarkan, dan menjadi bagian dari kurikulum pendidikan serta program kebudayaan daerah,” tambahnya.

Pansus XII DPRD Jabar saat ini tengah menyerap aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Kebudayaan, tokoh masyarakat, dan komunitas budaya. Ronny berharap Ranperda ini dapat rampung dengan muatan yang kuat dan berpihak pada pelestarian identitas kultural Jawa Barat.

example 325×300