KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, H. Muhamad Sidkon Djampi S.H, MM, menyuarakan pandangan strategisnya dalam forum Danantara dan Daerah (Jawa Barat) yang digelar untuk membahas peran daerah dalam menyongsong kehadiran Danantara sebagai lembaga investasi jangka panjang nasional, Bandung(22/1/2026).
Dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi I DPRD Jabar, Kang Sidkon tampil dengan narasi yang visioner dan optimistik. Ia menekankan bahwa kehadiran Danantara harus menjadi momentum bagi daerah untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan ekonomi nasional.
“Kita ini bicara masa depan ekonomi Indonesia. Kalau Danantara hadir sebagai instrumen investasi jangka panjang, maka tugas daerah seperti Jawa Barat adalah memastikan bahwa investasi ini jatuh ke sektor yang menciptakan pekerjaan, memperkuat industri, dan menambah nilai tambah. Jawa Barat siap menjadi lokomotifnya. Jangan hanya jadi penonton, kita harus jadi pemain,” tegasnya.
Kang Sidkon juga menyoroti posisi strategis Jawa Barat sebagai pusat manufaktur dan teknologi nasional. Menurutnya, provinsi ini memiliki kesiapan infrastruktur dan ekosistem industri untuk menjadi mitra utama Danantara dalam mendorong sektor-sektor prioritas seperti energi, kendaraan listrik, pangan, dan ekonomi digital.
“Tantangan Danantara pada transparansi dan akuntabilitas. Jadi pertanyaannya bukan apakah Danantara perlu, tapi bagaimana Danantara bisa mengakselerasi daya saing provinsi-provinsi yang sudah siap bertanding di level global,” ujarnya.
Meski mendukung penuh kehadiran Danantara, Kang Sidkon tetap menyuarakan sikap kritis yang konstruktif. Ia menekankan pentingnya transparansi, profesionalisme, dan keberpihakan pada rakyat dalam setiap kebijakan investasi.
“Investasi tanpa manfaat ke masyarakat hanya jadi angka di laporan. Investasi yang membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan menumbuhkan industri itulah yang kita perjuangkan di Jawa Barat,” katanya.
Dalam nada populis dan inklusif, Kang Sidkon juga mengingatkan bahwa rakyat menanti dampak nyata dari kehadiran Danantara.
“Harus ada pekerjaan baru, industri maju, dan harga pangan stabil. Kalau tidak memberi efek ke dapur rakyat, tidak ada gunanya. Itu komitmen kami sebagai pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan seruan tekno-nasionalis, mendorong hilirisasi dan industrialisasi berbasis teknologi sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi nasional.
“Danantara bisa jadi katalis. Jawa Barat punya ekosistem industri kendaraan listrik, baterai, dan manufaktur. Ini momen kita menggeser Indonesia dari bangsa pembeli menjadi bangsa produsen,” pungkasnya.
Kang Sidkon menegaskan bahwa kunci keberhasilan bukan hanya pada pembentukan lembaga, tetapi pada kemampuannya mendorong kemajuan nyata. “Jawa Barat siap jadi mitra strategis. Karena masa depan Indonesia bukan hanya dibicarakan, masa depan Indonesia harus dibangun,” tutupnya.















