KORANPUBLIKA.CO.ID|Rancaekek, Bandung,- Fasilitas lift dan eskalator di Stasiun Kereta Api Rancaekek sudah lama tidak berfungsi. Pihak pengelola menyebut alasannya karena sedang dalam tahap perbaikan, namun hingga kini kondisi tersebut tak kunjung membaik. Akibatnya, para penumpang, khususnya lansia dan penyandang disabilitas, harus bersusah-payah menaiki tangga untuk mencapai peron. Situasi ini menimbulkan keluhan dari masyarakat yang menilai aksesibilitas di stasiun seharusnya menjadi prioritas utama, Minggu(15/3/2026).
Seorang penumpang lansia yang rutin menggunakan jasa kereta api mengungkapkan, “Kami sangat kesulitan. Tangga tinggi, sementara lift dan eskalator mati terus. Katanya diperbaiki, tapi tidak pernah selesai.”
Sorotan juga datang dari masyarakat melalui media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @purnama_suherman, terlihat kondisi lift stasiun yang disebut tidak berfungsi dengan alasan klasik “rusak”. Ia menyayangkan mengapa kerusakan tersebut seolah terjadi terus-menerus setiap hari. “Padahal fasilitas ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak, lansia, serta penyandang disabilitas yang memerlukan akses transportasi yang ramah dan aman,” tulisnya.

Unggahan tersebut juga menyinggung soal tarif perjalanan kereta yang relatif murah, yakni sekitar Rp5.000. Namun, jumlah penumpang dalam satu perjalanan tentu tidak hanya satu orang, sehingga diharapkan fasilitas publik di stasiun yang dikelola PT Kereta Api Indonesia tetap terawat dan dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat, khususnya pengguna kereta api.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT KAI maupun Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung belum memberikan keterangan resmi terkait kapan fasilitas tersebut akan kembali berfungsi. Kondisi ini menambah sorotan terhadap pelayanan publik di sektor transportasi, terutama dalam hal pemenuhan hak akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
















