Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

DPRD Jabar: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Harus Jadi Refleksi Kemandirian Bangsa dan Penguatan Ideologi

883
×

DPRD Jabar: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Harus Jadi Refleksi Kemandirian Bangsa dan Penguatan Ideologi

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi 5 DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. M Hasbullah Rahmat.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) jangan hanya terjebak pada rutinitas seremonial tahunan. Momentum sejarah ini harus dijadikan ruang perenungan mendalam untuk membangkitkan kembali jati diri bangsa, memperkuat kemandirian ekonomi, serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada generasi muda. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Komisi 5 Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. M Hasbullah Rahmad, S.PD, M. Hum,  Ia menyoroti pentingnya merefleksikan nilai perjuangan di tengah ketidakpastian geopolitik global yang kian dinamis, Rabu(20/5/2026).

​Menurut Bang Has, nilai-nilai semangat nasionalisme era kemerdekaan sangat krusial untuk diimplementasikan oleh generasi muda saat ini dalam kehidupan sehari-hari.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

​”Ada spirit kebersamaan, gotong-royong, tolong-menolong, dan cinta tanah air. Itu harus kita tanamkan kembali agar masyarakat tidak mudah tercabik-cabik oleh konflik sosial dan tidak mudah saling menjatuhkan sesama anak bangsa,” ujar Bang Has.

​Ia menambahkan bahwa kebangkitan nasional sejati adalah cerminan bagaimana sebuah bangsa yang besar mampu bangkit di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, sumber daya manusia (SDM), energi, hingga teknologi.

Menyikapi situasi global saat ini, di mana nilai tukar dolar Amerika Serikat terus menguat dan menekan rupiah, Bang Has menilai situasi ini harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).

​Salah satu langkah nyata yang harus diambil adalah mengurangi ketergantungan pada komoditas impor dan mulai mencintai produk-produk dalam negeri. Potensi jumlah penduduk yang besar harus dikelola dengan baik sebagai sumber daya utama pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

​Bang Has juga memberikan catatan kritis mengenai realitas sosial di pedesaan, di mana banyak petani dan masyarakat yang kini hanya menjadi buruh karena kehilangan kepemilikan lahan pertanian atau perkebunan sawit mereka.

“Kebangkitan nasional ini harus kita hayati untuk mengembalikan jati diri bangsa yang besar. Kita harus mandiri secara ekonomi, ketahanan pangan, energi, dan teknologi,” tegasnya.

​Di sektor pangan, Bang Has mengapresiasi capaian swasembada beras. Namun, ia mendorong agar kemandirian tersebut juga menular ke komoditas lain seperti kedelai dan daging yang saat ini masih bergantung pada impor. Ketergantungan impor ini dinilai memicu defisit anggaran karena transaksi yang menggunakan mata uang asing.

​Sementara di sektor energi, Bang Has menyoroti dampak perang konvensional di luar negeri yang memicu kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo akibat bahan bakunya yang masih diimpor. Meskipun pemerintah masih mensubsidi Biosolar yang kini sudah lebih mandiri karena dicampur 50% minyak sawit ketergantungan terhadap minyak fosil luar negeri tetap menjadi ancaman ekonomi jangka panjang. ​Sebagai solusinya, ia mendorong percepatan transisi ke energi terbarukan.

​”Kita perlu memikirkan bagaimana energi terbarukan bisa menjadi alternatif ketika sumber bahan bakar fosil dan batu bara semakin menipis. Langkah ke depan bisa memanfaatkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) atau energi terbarukan lainnya,” jelas legislator PAN ini.

​Menutup pernyataannya, Bang Has mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, dari sila pertama hingga kelima secara murni dalam kehidupan bernegara.

​”Jika kita mampu menghayati nilai luhur bangsa, bergotong-royong, mengedepankan musyawarah mufakat, serta bangga dengan produk dalam negeri, maka ekonomi kita akan tetap stabil walau di luar sana ada perang atau dolar naik. Insyaallah bangsa ini akan jauh dari kebelaratan dan konflik sosial,” pungkasnya.

example 325×300