Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Komisi III DPRD Jabar Dukung Kolaborasi Jabar-Selangor, Tina Wiryawati: Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Tenaga Kerja Lokal

711
×

Komisi III DPRD Jabar Dukung Kolaborasi Jabar-Selangor, Tina Wiryawati: Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan dan inklusif melalui penguatan iklim usaha, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat menghadiri Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 di Hotel Pullman, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Dalam sambutannya, Wagub Erwan mengajak para delegasi dan investor dari Selangor, Malaysia, untuk mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama strategis yang sejalan dengan visi Jabar Istimewa.

Menanggapi langkah strategis pemprov tersebut, Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M, menyatakan dukungan penuhnya. Sebagai komisi yang membidangi masalah keuangan dan aset daerah, termasuk kemitraan investasi, Tina menilai penyelenggaraan SIBS 2026 di Bandung merupakan momentum emas yang harus dimanfaatkan secara optimal.

“Kami di Komisi III mengapresiasi langkah cepat Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Pak Wagub Erwan yang aktif menjemput bola untuk menarik investasi dari Selangor. Namun, yang paling krusial adalah bagaimana komitmen ini bertransformasi menjadi realisasi yang inklusif,” ujar Tina saat dihubungi, Jumat (10/7/2026).

Tina menekankan bahwa lima strategi utama yang dipaparkan oleh Wagub Erwan, mulai dari kepastian hukum, pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur, pembenahan ketenagakerjaan, hingga pemberian insentif, harus dikawal ketat agar tidak sekadar menjadi target di atas kertas.

Secara khusus, legislator dari Fraksi Gerindra ini menyoroti poin kedua dan keempat terkait pemberdayaan UMKM dan penghapusan praktik percaloan tenaga kerja melalui platform digital Nyari Gawe.

“Investasi besar yang masuk dari 150 pengusaha Malaysia ini wajib melibatkan rantai pasok lokal. Industri besar yang nanti bekerja sama tidak boleh berdiri sendiri, mereka harus menggandeng UMKM di sekitar kawasan industri. Manfaat ekonominya harus dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” tegas Tina.

Mengenai aspek ketenagakerjaan, Tina juga mengingatkan agar Pemprov Jabar konsisten dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu menyerap peluang di sektor-sektor strategis yang ditargetkan Selangor, seperti kedirgantaraan, perkeretaapian, otomotif, hingga industri kreatif.

“Sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha harus berjalan riil. Kita tidak ingin warga Jawa Barat hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Penguatan platform digital Nyari Gawe untuk menghapus percaloan adalah langkah bagus, dan kami di DPRD akan terus mengawasi implementasinya di lapangan agar transparan dan bersih,” tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Erwan Setiawan memaparkan bahwa Pemprov Jabar berkomitmen mempercepat infrastruktur strategis dan memastikan seluruh regulasi investasi berjalan akuntabel serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Menteri Besar Selangor, Dato Seri Amirudin Shari, mengungkapkan bahwa Bandung menjadi lokasi pertama penyelenggaraan SIBS di luar Kuala Lumpur. Pihaknya mengapresiasi antusiasme tinggi dari Pemprov Jabar dan para pelaku usaha setempat.

Acara yang juga dihadiri oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan ini menjadwalkan agenda business matching antara 150 pengusaha Malaysia dengan pelaku usaha Jawa Barat, yang diharapkan dapat melahirkan kerja sama konkret demi mendorong pertumbuhan ekonomi kedua wilayah.

example 325×300