Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahNasionalNewsPendidikanRagam

Lindungi Sumber Mata Air di Kawasan Konservasi, Petani Bareng Mahasiswa Tanam Bibit Kopi

500
×

Lindungi Sumber Mata Air di Kawasan Konservasi, Petani Bareng Mahasiswa Tanam Bibit Kopi

Sebarkan artikel ini
Petani di Desa Kersaratu Kec Sidamulih bersama mahasiswa KKN sedang menanam bibit kopi di kawasan konservasi di Kab Pangandaran, Kamis(30/7/2026).

KORANPUBLIKA.CO.ID|Pangandaran,- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bertugas di Desa Kersaratu, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, berkolaborasi dengan Kelompok Tani Cintabumi Junior dalam upaya menjaga kawasan konservasi sekaligus melindungi sumber mata air.

Kegiatan yang dilaksanakan di hamparan kebun kopi Blok Belender, Dusun Citambelang, tersebut diikuti sembilan mahasiswa KKN UGM bersama para petani setempat.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Kami melakukan penyuluhan konservasi lahan, pengukuran tingkat keasaman (pH) tanah, hingga penanaman bibit pohon alpukat di sekitar kawasan mata air,” ujar Khanifa Rosyida, Pelaksana program kerja bidang lingkungan hidup KKN UGM, Kamis(30/7/2026).

Khanifa mengatakan konservasi lahan menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas pertanian dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, lahan produksi dan kawasan konservasi memiliki fungsi yang sama penting sehingga perlu dikelola secara seimbang. Ia mengajak para petani mengoptimalkan lahan produksi agar memberikan hasil panen maksimal tanpa mengesampingkan upaya pelestarian alam.

Selain itu, Khanifa juga mendorong rehabilitasi kawasan konservasi yang mengalami kerusakan melalui penanaman pohon di lahan kritis, lereng, dan sekitar sumber mata air guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja KKN UGM Desa Kersaratu, Yazied Akbar Hasani, mengajak petani menerapkan konsep konservasi yang tetap produktif. Salah satu upaya yang ditawarkan yakni menanam berbagai jenis tanaman buah di kawasan konservasi.

“Sehingga selain menjaga fungsi ekologis, hasil panennya juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari para petani kopi. Ketua Kelompok Tani Cintabumi Junior, Gugi Samugya, mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKN UGM terhadap pelestarian lingkungan di Desa Kersaratu.

Ia berharap kolaborasi antara mahasiswa dan kelompok tani ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat serta berbagai pihak untuk terus menjaga kawasan konservasi dan sumber mata air sebagai penopang kehidupan sekaligus keberlanjutan sektor pertanian di Desa Kersaratu.

 

example 325×300