KORANPUBLIKA.CO.ID|Pangandaran,- Dua pria yang mengaku sebagai petugas PLN berhasil mengelabui seorang pedagang pakaian di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Akibat aksi tersebut, uang hasil penjualan sebesar Rp100 ribu milik korban raib dibawa pelaku.
Kasus ini menjadi perhatian warga setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi kedua pelaku beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman CCTV, dua pria yang mengenakan helm dan jaket berwarna gelap terlihat mendatangi sebuah toko pakaian. Salah seorang berdiri di depan etalase sambil mengamati situasi sekitar, sedangkan rekannya beberapa kali berjalan mondar-mandir dan berbincang dengan karyawan toko.
Meski berada cukup lama di lokasi, keduanya tidak terlihat melakukan transaksi pembelian. Sebuah sepeda motor Yamaha NMAX berwarna merah-hitam yang diduga digunakan pelaku tampak terparkir di depan toko selama mereka menjalankan aksinya.
Korban, Hasan, mengatakan peristiwa itu terjadi saat dirinya sedang berada di rumah. Kedua pria tersebut kemudian mendatangi tokonya dan menemui karyawan yang sedang berjaga.
Menurut Hasan, sebelum datang ke toko, pelaku lebih dulu menghubunginya melalui telepon dan meminta uang sebesar Rp400 ribu dengan alasan biaya penggantian nomor ID meteran listrik.
“Saya bilang besok saja kalau saya sudah ada di toko. Setelah telepon ditutup, ternyata mereka meminta uang kepada karyawan saya. Karena hasil jualan hari itu baru Rp100 ribu, uang itu akhirnya diberikan kepada mereka dengan alasan untuk mengganti nomor ID PLN,” kata Hasan saat ditemui, Kamis(30/7/2026).
Setelah menerima uang, pelaku sempat menunjukkan kuitansi berwarna kuning. Namun mereka berdalih kuitansi tersebut hanya akan diberikan apabila pembayaran dilakukan penuh sebesar Rp400 ribu. Karena hanya menerima Rp100 ribu, kuitansi itu kembali dibawa oleh pelaku.
Hasan mengaku tidak dapat mengenali wajah kedua pria tersebut karena keduanya mengenakan helm saat beraksi. Ia memperkirakan usia pelaku sekitar 37 hingga 40 tahun.
“Kejadiannya sekitar pukul 11.06 WIB. Mereka memakai helm, jadi wajahnya tidak terlihat jelas,” ujarnya.
Sementara itu, Manager ULP PLN Pangandaran, Diki Gunawan, memastikan bahwa dua pria yang terekam dalam video tersebut bukan merupakan petugas resmi PLN.
“Betul, kejadiannya kemarin. Kedua terduga pelaku bukanlah petugas resmi PLN. Mereka adalah oknum yang mengatasnamakan PLN,” kata Diki.
Menurut Diki, berdasarkan laporan yang diterima, sedikitnya terdapat dua warga yang menjadi korban dengan total uang yang sempat diberikan mencapai Rp100 ribu. Ia juga menyebutkan modus serupa dilaporkan terjadi di wilayah lain, termasuk Pameungpeuk.
“Informasi yang kami terima ada dua korban. Uang yang sempat diberikan sebesar Rp100 ribu. Kami juga mendapat kabar kejadian serupa terjadi hingga wilayah Pameungpeuk,” ujarnya.
PLN ULP Pangandaran mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap oknum yang mengaku sebagai petugas PLN dan meminta sejumlah uang secara langsung. Masyarakat diminta memastikan identitas petugas serta segera melaporkan setiap indikasi penipuan melalui kanal resmi PLN.
“Pelanggan PLN yang kami hormati, mohon berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan PLN maupun petugas PLN. Apabila menemukan indikasi penipuan, segera laporkan melalui kanal resmi PLN. Waspada, lindungi data pribadi, dan jangan mudah percaya,” tegas Diki.









