KORANPUBLIKA.CO.ID|Nabire-Papua Tengah,– Memasuki musim kemarau, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah mengeluarkan himbauan kepada seluruh masyarakat di wilayah Nabire dan Papua Tengah untuk tidak melakukan pembakaran lahan.
Dalam himbauannya, Wakil Ketua I Diben Elaby menyampaikan bahwa cuaca panas yang disertai angin kencang saat kemarau sangat berpotensi memicu kebakaran lahan yang cepat merambat.
“Buktinya sejak kemarin hingga hari ini sudah terdeteksi munculnya asap di berbagai titik. Kondisi ini berpotensi menyebabkan peningkatan gangguan kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil,” ujarnya.
Terkait hal tersebut, ada 4 poin penting yang disampaikan:
Pertama, Larangan Membakar Lahan.Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan, baik di pekarangan rumah maupun di kebun.
Kedua, Peran Kepala Kampung.
Para Kepala Kampung dimohon untuk mengawasi wilayah masing-masing secara aktif serta melakukan patroli dan sosialisasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Ketiga, Penegakan Hukum.
Bagi warga yang terbukti dengan sengaja membakar lahan akan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Keempat, Ajakan Gotong Royong. Seluruh masyarakat dihimbau untuk berinisiatif memadamkan api jika melihat titik api di lingkungan sekitar.
“Keselamatan dan kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Nabire dan Papua Tengah tetap aman, bersih, dan sehat,” tutupnya Elaby.











