Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Jembatan Ambruk Pongpet Dijaga Ketat TNI AD, Sling Kanan Tak Kuat Beban

658
×

Jembatan Ambruk Pongpet Dijaga Ketat TNI AD, Sling Kanan Tak Kuat Beban

Sebarkan artikel ini
Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran ditutup tampak warga melihat kondisi jembatan, Senin(31/8/2026). (Foto:Krist)

KORANPUBLIKA.CO.ID|Pangandaran,– Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran ambruk hanya beberapa menit setelah diresmikan. Insiden terjadi Minggu 30 Agustus 2026 sore.

Tepat saat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama rombongan Forkopimda baru selesai melakukan gunting pita dan hendak meninjau jembatan.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Kabag Humas Pemda Pangandaran Raden Detty Marieta membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Senin 31 Agustus 2026.

“Aman gak ada korban, kena kawat memar di bagian tangan,” ucapnya.

Alhamdulillah, Bupati dan seluruh rombongan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Saat itu suasana peresmian sedang meriah. Warga, pejabat, TNI, Polri, dan tamu undangan berkumpul.

Setelah prosesi gunting pita, rombongan langsung melintas di atas jembatan gantung untuk meninjau. Namun baru beberapa langkah, terdengar suara patahan dari bagian atas jembatan.

Diduga kuat besi sling pengikat di sisi kanan terlepas dari blok angkurnya. Akibatnya badan jembatan langsung anjlok dan berguncang hebat. Rombongan berhamburan menyelamatkan diri. Hingga kini jembatan Pongpet Desa Margacinta langsung dijaga ketat anggota TNI AD.

Anggota dari Kodim 0626 Pangandaran berjaga di dua sisi jembatan untuk mengamankan lokasi, mencegah warga melintas, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penjarahan material atau warga yang penasaran nekat lewat.

Garis polisi juga sudah terpasang mengelilingi area jembatan. Papan imbauan “Dilarang Melintas” dipasang di kedua ujung jembatan.

Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan sebelumnya juga angkat bicara. Ia menyebut kerusakan terjadi pada tali sling di sisi kanan yang terlepas bersama blok angkurnya.

“Untuk konstruksi bawahnya itu masih utuh. Rangka bawah masih tetap utuh dengan sling sebagian sebelah kirinya,”katanya.

Ia juga mengakui ada kelalaian dalam mengontrol jumlah orang yang melintas saat peresmian. Jembatan ini memiliki batas kapasitas maksimal 2 ton dan hanya boleh dilewati maksimal 5 orang pejalan kaki atau 1 motor bergantian. Namun saat itu aturan tersebut tidak berjalan.

example 325×300