KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. M Hasbullah Rahmat, M.Hum, memberikan catatan penting terkait progres infrastruktur dan kesejahteraan petani di Jawa Barat. Hal tersebut disampaikannya di sela-sela agenda Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang tengah memasuki tahap pemaparan umum dari Sekda dan Bappeda, Minggu(12/4/2026).
Kepada Koranpublika, Bang Has menekankan bahwa sinkronisasi antara pembangunan infrastruktur strategis dan sektor ekonomi rill adalah kunci untuk mendongkrak Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE).
Bang Has menyoroti sejumlah ruas jalan tol di Jawa Barat yang masuk dalam kategori PSN namun pengerjaannya dinilai masih stagnan, terutama pada proses pembebasan lahan. Ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah percepatan agar konektivitas wilayah tidak terhambat.
Beberapa ruas tol yang menjadi sorotan utama antara lain:
* Ruas Tol Cigatas (Cileunyi–Garut–Tasikmalaya).
* Ruas Tol Setul Sekaya Rumpin–BSD yang melalui rute strategis Rumpin, Parung, hingga Bogor.
* Ruas Tol Sukabumi–Cianjur–Ciranjang hingga ke arah Purwakarta.
* ”Beberapa ruas tol ini sangat krusial. Kita butuh percepatan, baik di pembebasan lahan maupun konstruksi, agar mobilitas antarwilayah di Jabar tidak terkunci pada jalur-jalur lama yang sudah overload,” tegas Bang Has.
Di sisi lain, politisi PAN ini memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam merealisasikan program “Jalan Mulus” (Jalancin) pada tahun anggaran 2025. Pembangunan jalan provinsi ini dianggap memberikan dampak instan bagi masyarakat.
”Program Jalancin ini terbukti memotong jarak tempuh dan mempercepat arus barang dan orang. Ini bukan sekadar aspal, tapi pembuka pintu investasi dan peningkatan sektor wisata yang akan berujung pada naiknya LPE kita,” imbuhnya.
Tak hanya infrastruktur, Bang Has juga menitikberatkan perhatiannya pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP). Menurutnya, petani harus menjadi aktor utama yang sejahtera di tengah masifnya pembangunan.
Strategi yang diusulkan meliputi:
- Edukasi & Pendampingan: Petani tidak boleh berjalan sendiri, harus ada pendampingan berkelanjutan dari dinas terkait.
- Adopsi Teknologi: Pengelolaan lahan harus mulai meninggalkan pola tradisional murni dan beralih ke teknologi pertanian untuk melipatgandakan hasil produksi.
Terkait agenda Pansus LKPJ, Bang Has menjelaskan bahwa saat ini proses baru memasuki tahap awal. Setelah mendengarkan paparan umum dari Sekda dan Bappeda, pihaknya akan masuk ke pembahasan materi yang lebih mendalam untuk memastikan setiap anggaran berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Rencana percepatan jalan tol yang disuarakan oleh Bang Has merupakan langkah sangat strategis dan krusial bagi mobilitas Jawa Barat. Berikut analisis singkatnya:
* Pemecah Kemacetan Kronis: Ruas seperti Cigatas dan jalur Bogor (Rumpin-Parung) adalah titik jenuh lalu lintas. Percepatan tol akan memindahkan beban kendaraan dari jalan arteri yang selama ini menghambat logistik.
* Efisiensi Distribusi: Dengan tersambungnya Sukabumi hingga Purwakarta, arus logistik dari wilayah selatan menuju pusat industri dan pelabuhan di utara akan jauh lebih efisien dalam hal waktu dan biaya BBM.
* Pemerataan Ekonomi: Jalan tol akan memicu tumbuhnya titik-titik ekonomi baru (Exit Tol) yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM dan kawasan industri daerah.
Jika percepatan ini berhasil dilakukan, Jawa Barat tidak hanya menjadi perlintasan, tetapi benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang efisien.















