Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Tina Wiryawati: Koperasi Desa Merah Putih Adalah Kunci Keadilan Ekonomi Syariah di Jawa Barat

823
×

Tina Wiryawati: Koperasi Desa Merah Putih Adalah Kunci Keadilan Ekonomi Syariah di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Pergeseran fokus ekonomi syariah dari sekadar sektor keuangan ke sektor riil mendapat dukungan penuh dari legislatif Jawa Barat. Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra,Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M, menilai kehadiran Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi game changer bagi kesejahteraan masyarakat di akar rumput. Hal ini disampaikan Tina menanggapi arahan Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Nasional, Ferry Juliantono, dalam Musyawarah Daerah MES Jabar di Bandung, Sabtu (11/4/2026).

​Menurut Tina, selama ini masyarakat seringkali melihat ekonomi syariah hanya terbatas pada perbankan. Padahal, esensi syariah terletak pada keadilan distribusi kekayaan yang paling efektif dilakukan melalui koperasi.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

​”Kami di Komisi III DPRD Jabar sangat mengapresiasi langkah penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Ini sejalan dengan visi Fraksi Gerindra untuk membangun ekonomi dari desa. Koperasi ini bukan sekadar lembaga keuangan, tapi motor penggerak sektor riil yang menyentuh langsung kebutuhan pokok warga,” ujar Tina Wiryawati.

​Tina menekankan bahwa keberadaan 4.200 unit bangunan fisik Koperasi Desa yang siap beroperasi harus segera dioptimalkan sebagai offtaker produk pertanian dan UMKM desa.

​​Sebagai anggota komisi yang membidangi keuangan, Tina berkomitmen untuk mendorong mitra kerja seperti Bank BJB Syariah dan bank daerah lainnya agar menciptakan skema pembiayaan mikro yang ramah bagi koperasi desa.

​”Inovasi produk perbankan syariah di Jawa Barat harus ‘turun gunung’ ke desa-desa. Koperasi Desa Merah Putih perlu didukung dengan modal kerja yang murah dan mudah diakses agar mereka bisa menjalankan fungsinya sebagai penyalur barang subsidi dan penyerap hasil bumi masyarakat,” tambahnya.

​​Dalam pandangan Tina, integrasi koperasi ke dalam ekosistem syariah akan memberikan tiga dampak instan bagi Jawa Barat:

* ​Kemandirian Pangan: Koperasi menjadi jembatan distribusi kebutuhan pokok sehingga harga lebih stabil di tingkat desa.

* ​Penyerap Lapangan Kerja: Operasionalisasi ribuan unit koperasi akan menyerap tenaga kerja lokal secara masif.

* ​Inklusi Keuangan Riil: Masyarakat desa mulai terbiasa dengan transaksi syariah melalui kegiatan ekonomi sehari-hari, bukan hanya lewat pinjaman.

​Mendukung Ekonomi Hijau

​Senada dengan isu lingkungan yang mencuat dalam Musda MES Jabar, Tina juga mengingatkan agar Koperasi Desa Merah Putih mengadopsi prinsip ekonomi hijau.

​”Pembangunan ekonomi di Jabar tidak boleh abai terhadap kelestarian lingkungan. Kami mendorong koperasi desa juga menjadi edukator bagi petani dan pelaku usaha terkait praktik ekonomi berkelanjutan yang minim dampak bencana,” tegas legislator asal Dapil Jabar XIII tersebut.

​Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kemenkop, OJK, BI, dan pengawasan ketat dari DPRD, Tina optimis bahwa Jawa Barat akan menjadi provinsi percontohan dalam implementasi ekonomi syariah berbasis kerakyatan.

​”Target kita jelas: ekonomi syariah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan dari desa untuk Indonesia,” pungkasnya.

example 325×300