Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Jabar dan Selangor Malaysia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Melalui SIBS@ASEAN 2026, Komisi III DPRD Jabar Dorong Realisasi Investasi Berkelanjutan

538
×

Jabar dan Selangor Malaysia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Melalui SIBS@ASEAN 2026, Komisi III DPRD Jabar Dorong Realisasi Investasi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Indonesia) dan Pemerintah Negara Bagian Selangor (Malaysia) resmi meluncurkan Selangor International Business Summit, SIBS@ASEAN 2026 Edisi Bandung. Pertemuan bisnis tingkat regional ini berlangsung selama dua hari di Bandung pada 9–10 Juli 2026.Hadir dalam acara tersebut 425 delegasi, yang terdiri dari 225 delegasi asal Malaysia dan 200 delegasi dari Indonesia, Senin(13/7/2026).

Forum ini bertujuan membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi bilateral, mendorong investasi di sektor industri, serta membangun kemitraan jangka panjang.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Menanggapi kolaborasi strategis ini, Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebagai legislator yang membidangi sektor keuangan dan perekonomian, Tina menilai momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Kami di Komisi III DPRD Jawa Barat sangat mendukung kerja sama strategis ini. Selangor merupakan salah satu pusat ekonomi di Malaysia, dan sinergi ini menjadi peluang emas bagi Jabar untuk menarik lebih banyak investasi asing langsung (FDI). Namun, kami mengingatkan agar kolaborasi ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan harus membawa dampak langsung pada pembukaan lapangan kerja dan penguatan pelaku usaha lokal di Jawa Barat,” ujar Tina Wiryawati saat diwawancarai oleh wartawan KORANPUBLIKA.

SIBS@ASEAN 2026 Edisi Bandung juga menghadirkan Selangor Medical Tourism and Education Expo, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Tourism Selangor dan Education Malaysia Global Services (EMGS). Pameran ini menghadirkan 30 booth layanan kesehatan dan pendidikan tinggi.Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, pertemuan ini merupakan upaya untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan bisnis di antara keduanya sekaligus memperkuat kerja sama di tingkat ASEAN.

“Sebuah kebanggaan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan SIBS 2026. Saya yakin kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kerja sama yang baik antara Pemerintah Selangor dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Erwan dalam sambutannya.

Erwan menambahkan, realisasi investasi Jawa Barat selalu berada pada posisi tertinggi secara nasional di mana Malaysia merupakan salah satu investor terbesar. Dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi Malaysia di Jawa Barat mencapai Rp47 triliun. Dari sisi pariwisata, kunjungan wisatawan Malaysia mencatatkan angka 12,5 persen dari total wisatawan mancanegara yang datang ke Jawa Barat.

Dari sisi perdagangan, neraca perdagangan Jawa Barat ke Malaysia mencatatkan surplus sebesar USD 1,1 miliar, mempertegas hubungan erat kedua wilayah. Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2026 sendiri mencapai 5,79 persen, berada di atas rata-rata nasional. Didukung dengan jumlah penduduk 51 juta jiwa yang mayoritas usia produktif, serta infrastruktur penunjang seperti Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Internasional Kertajati, Tol Cisumdawu, Tol Purbaleunyi, dan Tol Cipali.Melihat potensi dan infrastruktur yang dipaparkan, Tina Wiryawati menekankan pentingnya kesiapan regulasi dan kemudahan perizinan di daerah demi menyambut investor dari Selangor.

“Dengan pertumbuhan ekonomi Jabar yang mencapai 5,79 persen dan kesiapan infrastruktur megah seperti Patimban dan Kertajati, Jabar punya daya tawar yang sangat tinggi. Komisi III akan terus mengawal dari sisi pengawasan anggaran dan regulasi agar iklim investasi di Jawa Barat tetap kondusif, inklusif, dan sejalan dengan visi Jabar Istimewa,” tambah politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Senada dengan hal itu, Menteri Besar Selangor Dato Seri Amirudin Shari berharap pertemuan ini bukan sekadar seremonial, tetapi harus berkelanjutan.”Harus segera ditindaklanjuti baik itu oleh para pelaku usaha di Jawa Barat maupun dari Selangor. Kita tangkap peluang usaha berbagai macam usaha dan investasi dari kedua belah pihak sehingga ke depan kita yang serumpun ini semakin baik lagi,” tegas Amirudin.

Dalam acara ini, ditandatangani pula sejumlah dokumen nota kesepahaman (MoU) yang mencakup kemitraan strategis lintas sektor publik dan swasta. Lembaga yang menandatangani MoU antara lain:
* MoU Wanita Berdaya Selangor (WBS) dengan Kementerian PPN/BAPPENAS.
* Caregivers Academy International Group, WBS, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darmawan, dan PT Rukun Sahabat Senior Living.
* MoU Tourism Selangor dengan Batik Air, serta Tourism Selangor dengan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).
* Universiti Selangor (UNISEL) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
* Letter of Intent (LoI) antara GreatAsic Technology dan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC).

Pada sesi lain, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, bersama Kepala Eksekutif Badan Pengelola Rebana Metropolitan, Helmy Yahya, juga turut memaparkan potensi besar yang dimiliki Kawasan Rebana di hadapan para delegasi Malaysia.

example 325×300