KORANPUBLIKA.CO.ID|Buton Selatan,– Pertandingan sepakbola yang mempertemukan Lamaindo FC (diisi oleh anggota TNI) melawan Labeta FC (diisi oleh anggota Brimob Polda Sultra) di Lapangan Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kecamatan Masiri, Minggu (4/1/2025), berakhir ricuh.
Kericuhan dipicu oleh adu yel-yel antar suporter yang membuat suasana semakin panas. Pertandingan yang berlangsung imbang itu akhirnya memancing emosi sejumlah pemain dan penonton. Beberapa warga bahkan dilaporkan ikut melempar kursi hingga masuk ke lapangan. Situasi pun memanas dengan aksi saling kejar-kejaran dan baku hantam antara kedua kubu.
Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha menegaskan bahwa insiden tersebut sudah diselesaikan secara damai.
“Sudah diselesaikan, situasi kondusif. Hanya ada kesalahpahaman saja,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya bersama Dandim, Sekda Buton, serta komandan batalyon dari kedua institusi telah bertemu dan sepakat untuk meredakan ketegangan.
Bupati Buton Selatan yang menginisiasi kegiatan ini juga berencana mempertemukan kembali kedua pihak dalam agenda lanjutan. Pertandingan tersebut sejatinya digelar sebagai ajang pencarian bibit sepakbola di daerah.
Meski sejumlah anggota TNI dan Brimob mengalami luka akibat kericuhan, suasana kini telah kembali kondusif. Warga sekitar yang sempat panik pun mulai tenang setelah aparat memastikan tidak ada lanjutan konflik.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa olahraga seharusnya menjadi wadah persatuan dan sportivitas, bukan ajang perpecahan.










