KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Dosen Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Imam Budi Sumarna, S.Kom., M.Sc., M.Ds menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Dasar Kewirausahaan Pemuda Kategori Fotografi yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung pada Rabu (04/03/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh para pemuda Kota Bandung yang ingin mengembangkan keterampilan fotografi tidak hanya sebagai aktivitas kreatif, tetapi juga sebagai peluang usaha di tengah berkembangnya ekonomi kreatif dan industri digital.
Menurut Imam, saat ini fotografi telah berkembang menjadi bagian penting dari ekosistem industri kreatif, khususnya dalam mendukung kebutuhan konten visual di berbagai sektor seperti promosi produk UMKM, industri media sosial, hingga kebutuhan branding digital.
“Fotografi hari ini tidak lagi sekadar hobi atau dokumentasi, tetapi sudah menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi cukup besar. Karena itu pelatihan kewirausahaan seperti ini penting agar pemuda tidak hanya belajar teknik memotret, tetapi juga memahami bagaimana keterampilan tersebut bisa dikelola menjadi usaha yang produktif,” ujar Imam dalam keterangannya, Jumat (06/03/2026).
Ia menjelaskan, pemuda yang ingin mengembangkan fotografi sebagai bidang usaha perlu memiliki sejumlah keterampilan utama, mulai dari kemampuan teknis fotografi seperti komposisi, pencahayaan, hingga kemampuan menyampaikan pesan visual melalui sebuah foto.
Selain itu, kemampuan komunikasi visual, digital marketing, serta personal branding juga menjadi aspek penting di era media sosial saat ini.
“Seorang fotografer saat ini tidak cukup hanya menghasilkan karya visual yang baik, tetapi juga perlu mampu mempresentasikan dan mempromosikan portofolio mereka melalui platform digital,” tambahnya.
Dalam pelatihan tersebut, Imam juga membagikan pengalaman praktis terkait langkah awal membangun usaha fotografi. Materi yang disampaikan mencakup teknik dasar fotografi, penyusunan portofolio profesional, hingga strategi memulai usaha seperti menentukan segmen pasar dan menyusun paket layanan fotografi.
Peserta juga diajak memahami bagaimana memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi agar karya fotografi yang dihasilkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut Imam, peluang industri fotografi di era digital saat ini terbuka sangat luas, seiring meningkatnya kebutuhan konten visual di berbagai sektor seperti kuliner, pariwisata, hingga personal branding di media sosial.
“Generasi muda memiliki keunggulan karena mereka sangat dekat dengan teknologi digital dan tren visual yang berkembang. Jika kreativitas ini dikombinasikan dengan kemampuan kewirausahaan, maka fotografi dapat menjadi usaha kreatif yang menjanjikan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya semangat belajar, konsistensi dalam berkarya, serta keberanian untuk membangun identitas visual yang khas sebagai modal untuk membangun reputasi profesional di dunia fotografi.
Lebih lanjut, Imam menilai pengembangan wirausaha muda di sektor industri kreatif memerlukan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas kreatif, hingga perguruan tinggi.
<span;>Menurutnya, pemerintah dapat menghadirkan program pelatihan dan kebijakan yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif, sementara komunitas kreatif menjadi ruang kolaborasi bagi para pemuda untuk mengembangkan ide dan jaringan profesional.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyediakan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pengembangan keterampilan serta kewirausahaan kreatif,” Pungkasnya.
















