Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahGaya HidupNasionalNewsRagam

Dari Hobi Naik Gunung Hingga Metalurgi: Kisah Dadang Karibo Memoles “Ihsan” dalam Sebilah Pisau

661
×

Dari Hobi Naik Gunung Hingga Metalurgi: Kisah Dadang Karibo Memoles “Ihsan” dalam Sebilah Pisau

Sebarkan artikel ini
Dadang Suhendra, atau yang lebih akrab disapa Dadang Karibo.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Bagi Dadang Suhendra, atau yang lebih akrab disapa Dadang Karibo, sebilah pisau bukan sekadar alat pemotong. Di tangannya, logam mentah ditempa menjadi instrumen penuh presisi yang memadukan hobi, tuntutan syariat, dan perkembangan teknologi metalurgi.

​Perjalanan Dadang di dunia bilah dimulai sejak tahun 1989. Awalnya, profesi ini lahir dari kegemarannya melakukan aktivitas luar ruangan seperti naik gunung, camping, dan berburu. Kebutuhan akan alat potong yang tangguh di alam liar memicu ketertarikannya untuk mendalami cara pembuatan pisau dan golok secara mandiri.

​”Awalnya ini sebagai hobi karena saya senang main ke gunung, camping, berburu. Itu identik sekali dengan alat ini. Dari situlah hobi ini menjadi sebuah profesi bagi saya,” kenang Dadang.

​Seiring berjalannya waktu, motivasi Dadang berkembang. Munculnya gerakan dakwah sembelih halal melalui komunitas seperti Gelar Silaturahmi Bersama (GSB) hingga Juru Sembelih Halal (Juleha) memberikan perspektif baru baginya. Dalam Islam, proses penyembelihan hewan dituntut untuk dilakukan secara Ihsan (dengan cara terbaik dan tidak menyiksa).

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

​Hal ini menuntut alat yang tidak sekadar tajam, tetapi mencapai tingkat ketajaman yang sempurna. Dadang pun mulai memperdalam aspek teknis yang lebih rumit, seperti:
* ​Sudut Ketajaman: Menentukan kemiringan asahan yang ideal.
* ​Daya Tahan Tajam: Agar pisau tidak cepat tumpul saat digunakan berkali-kali.
* ​Keuletan Baja: Memastikan bilah kuat dan tidak mudah patah atau chipping.

​Dadang menyadari bahwa dunia perbilahan terus berevolusi mengikuti perkembangan ilmu metalurgi. Saat ini, bahan baja semakin spesifik dan dibagi berdasarkan fungsinya—apakah untuk kebutuhan dapur, olahraga luar ruangan, atau khusus untuk sembelihan profesional.

​”Semakin ke sini, baja dibuat jauh lebih khusus dan spesifik. Penggunaannya dibagi-bagi sesuai kebutuhan,” jelasnya.

​Lebih dari sekadar berbisnis, Dadang Karibo memiliki visi besar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Ia membuka pintu bengkelnya bagi siapa saja yang ingin berdiskusi mengenai seluk-beluk baja dan pisau.

​Komitmen Dadang untuk Masyarakat:
* ​Konsultasi Gratis: Masyarakat bebas datang untuk mengobrol dan mendapatkan penjelasan rinci tentang kualitas pisau tanpa dipungut biaya.
* ​Pelatihan Terbuka: Dadang siap memberikan pelatihan bagi mereka yang ingin belajar pengolahan pisau dan pemahaman metalurgi secara mendalam.

​”Sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memberikan edukasi. Saya dengan tulus siap memberikan pelatihan buat siapapun yang mau belajar,” tutup Dadang dengan penuh harap agar masyarakat lebih memahami kualitas dan fungsi alat yang mereka gunakan sehari-hari.

example 325×300