KORANPUBLIKA.CO.ID|Kabupaten Bandung Barat,– Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah Jawa Barat menggelar kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Juru Sembelih Halal (JULEHA) di Aula Atang Sahidin Pondok Pesantren At-Taqwa, Kabupaten Bandung Barat, pada 18–20 Mei 2026, Selasa(19/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 45 peserta yang berasal dari berbagai Rumah Potong Hewan (RPH) dan lembaga di sejumlah daerah di Jawa Barat, di antaranya Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bogor, Tasikmalaya, Subang, dan daerah lainnya.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muslimin Anwar, Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat H. Asep Ismail, M.Si., Kepala Manajemen Pelaksana KDEKS Provinsi Jawa Barat Prof. Diana Sari, S.E., M.MGT, Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Jawa Barat Cecep Ridwan, Camat Ngamprah, Kepala Desa Ngamprah, Kepala UPTD RPH Bandung Barat Rizky, Kepala Bidang Kesejahteraan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Provinsi Jawa Barat drh. Suprijanto, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat H. Didin Saepudin, Ketua Asosiasi JULEHA Indonesia Provinsi Jawa Barat Ust. Yusuf SZ Ash Shidiq, Ketua LSH Hidayatullah Jawa Barat Ust. Dadang Abu Hamzah, Lc., serta para tokoh dan undangan lainnya.
Pembina Pondok Pesantren At-Taqwa, Asep Juhaha, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan dan sertifikasi juru sembelih halal merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas serta kehalalan produk pangan umat.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap Pesantren At-Taqwa dapat terus menjadi bagian dari penguatan ekosistem halal di Jawa Barat, khususnya dalam mencetak juru sembelih halal yang profesional dan sesuai syariat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LSH Hidayatullah Jawa Barat, Ust. Dadang Abu Hamzah, Lc., menegaskan bahwa pelatihan dan uji kompetensi JULEHA sangat penting untuk memastikan proses penyembelihan hewan berjalan sesuai syariat Islam, standar kesehatan, serta ketentuan halal yang berlaku.
“Juru sembelih halal bukan hanya sekadar profesi, tetapi amanah besar untuk menjaga kehalalan pangan umat. Karena itu, kompetensi dan pemahaman syariat harus benar-benar dimiliki oleh setiap peserta,” ungkapnya.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Barat, Muslimin Anwar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan sektor halal merupakan bagian penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat. Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan SDM halal yang unggul dan profesional.
“Bank Indonesia terus mendukung penguatan ekosistem halal, termasuk melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Juru sembelih halal memiliki peran strategis dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat terhadap produk yang dikonsumsi,” katanya.
Sedangkan Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat, H. Asep Ismail, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Bank Indonesia, LSH Hidayatullah, dan berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan standar kehalalan dan kualitas penyembelihan hewan. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mendukung penuh upaya peningkatan kompetensi juru sembelih halal demi terwujudnya ketenteraman dan kepercayaan masyarakat,” tuturnya.
Pelatihan dan uji kompetensi ini diharapkan mampu melahirkan juru sembelih halal yang kompeten, profesional, serta memiliki sertifikasi resmi BNSP sehingga dapat mendukung penguatan industri halal dan ketahanan pangan halal di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.










