Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahNasionalNewsRagam

Senja di Wisselmeren: Persaudaraan Paniai Abadi

351
×

Senja di Wisselmeren: Persaudaraan Paniai Abadi

Sebarkan artikel ini
Jeri P Degei bersama Kaka Beny Degei, Kepala Bidang P2P Dinkes Paniai, baru saja selesai bercengkerama penuh canda tawa selama tiga puluh menit di kantor Dinas Kesehatan Paniai, Jl. Raya Madi-Enaro, Distrik Paniai Timur.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Paniai, Papua Tengah,- Senja di tepi Danau Wisselmeren memancarkan kehangatan sepanjang perjalanan dari Madi menuju pusat kota Enarotali. Langit cerah menaungi tanah Ekadide, tempat persaudaraan tumbuh dan tak pernah padam, Senin(18/5/2026).

Aku bersama Kaka Beny Degei, Kepala Bidang P2P Dinkes Paniai, baru saja selesai bercengkerama penuh canda tawa selama tiga puluh menit di kantor Dinas Kesehatan Paniai, Jl. Raya Madi-Enaro, Distrik Paniai Timur.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Keluar halaman dinas, suasana hidup: petugas sibuk membabat rumput, mesin berdengung, angin danau menyusup membawa aroma tanah basah dan dedaunan. Persaudaraan di Paniai terasa abadi, anak-anak Ekadide terus bekerja menjaga tanah dan menjaga cerita.

Di dalam mobil, canda mengalir. Kaka Martinus tertawa lepas, membuat hal berat terasa ringan. Sesampai di kota, ada yang turun di depan Polres Paniai Timur. Kaka Deky dari Wegee Muka sempat menitip pesan soal urusan surat dinas.

Kaka Beny berkata, “Adik tunggu di mobil sebentar.” Sepuluh menit kemudian ia berganti pakaian dinas, lalu kami melanjutkan perjalanan. Di depan SMP-SMA YPPGI, kami mampir makan sederhana: ayam nasi Lamongan, gorengan, dan teh hangat — cukup dengan sepuluh ribu rupiah.

Malam tiba di Iyaikotu. Di rumah duka, kami duduk bersama, berbagi cerita dan doa untuk saudara yang telah berpulang. Persaudaraan tetap abadi, anak-anak Ekadide terus menjaga tanah dan menjaga cerita.

Jam tujuh malam, perjalanan kembali ke Madi. “Kalau ke Nabire atau Sorong, kasih kabar,” pesan Kaka Beny. Senja di Wisselmeren tak pernah padam. Di hati kami, Paniai abadi.

example 325×300