Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Hasil Uji Lab Tumpahan Batu Bara di Pangandaran Belum Diterima, Nelayan Pertanyakan Transparansi

732
×

Hasil Uji Lab Tumpahan Batu Bara di Pangandaran Belum Diterima, Nelayan Pertanyakan Transparansi

Sebarkan artikel ini
Lokasi tumpahan batu bara dari kapal tongkang Nautica 22 di perairan Pantai Cibenda, Parigi, Kab Pangandaran.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Pangandaran,– Hasil uji laboratorium terkait dampak tumpahan ribuan ton batu bara akibat kandasnya kapal tongkang Nautica 22 di perairan Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga kini belum diterima oleh nelayan maupun warga pesisir.

Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya warga yang bermukim di kawasan pesisir Pantai Cibenda, mempertanyakan transparansi pemerintah terkait hasil pemeriksaan terhadap dampak lingkungan akibat tumpahan batu bara tersebut.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Warga khawatir material batu bara yang tumpah dapat berdampak terhadap keberlangsungan ekosistem dan biota laut di perairan Pangandaran, terlebih adanya kekhawatiran mengenai kandungan bahan berbahaya dalam material tersebut.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan pihaknya hingga kini belum menerima hasil uji laboratorium yang dilakukan untuk mengetahui dampak tumpahan batu bara.

“Kami belum menerima hasil uji lab-nya. Dulu janjinya dua minggu, tapi sampai saat ini kami belum tahu hasilnya,” ujar Jeje saat dihubungi melalui telepon, Rabu (30/9/2026).

Menurut Jeje, hasil pemeriksaan tersebut penting bagi nelayan karena lokasi tumpahan batu bara merupakan salah satu wilayah yang menjadi tempat aktivitas penangkapan ikan.

Di lokasi tersebut, kata dia, terdapat hamparan batu karang yang menjadi tempat berkumpulnya ikan. Karena itu, pencemaran akibat tumpahan batu bara dikhawatirkan turut memengaruhi aktivitas serta hasil tangkapan nelayan.

“Nelayan yang melakukan aktivitas menangkap ikan di lokasi tumpahan batu bara tentunya akan terdampak,” katanya.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, HNSI Kabupaten Pangandaran berencana mengundang seluruh Rukun Nelayan (RN) dan instansi terkait. Pertemuan itu akan membahas sejumlah persoalan mengenai keberlangsungan sektor perikanan laut di Kabupaten Pangandaran.

“Termasuk membahas soal uji laboratorium dampak batu bara yang sampai saat ini belum diterima,” ujar Jeje.

Warga Pertanyakan Transparansi
Hal senada disampaikan Rangga, warga pesisir Pantai Cibenda. Ia mengaku kecewa karena informasi mengenai hasil uji laboratorium hingga kini belum disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Menurut Rangga, hasil uji laboratorium diperlukan untuk mengetahui dampak tumpahan batu bara sekaligus menjadi salah satu dasar dalam membahas kompensasi atas kerugian yang dialami nelayan serta pembudidaya ikan dan udang lobster.

“Bukan masalah berapa besar kompensasinya, tapi soal transparansi hasil uji laboratoriumnya,” ujar Rangga.

Ia juga menyampaikan keresahannya melalui pesan WhatsApp. “Semua bungkam. Uji lab pasca tumpahan batu bara mungkin sangat berisiko untuk disampaikan,” tulis Rangga.

Hingga berita ini ditulis, hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup tersebut juga disebut belum diterima oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pangandaran maupun pihak kepolisian.

Warga terdampak berharap hasil pemeriksaan dapat segera disampaikan secara terbuka sehingga dampak tumpahan batu bara terhadap lingkungan laut dan aktivitas masyarakat pesisir dapat diketahui secara jelas.

example 325×300