KORANPUBLIKA.CO.ID|Pangandaran,– Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Computer Security Incident Response Team (Pangandaran-CSIRT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem keamanan informasi daerah. Untuk kedua kalinya, Tim Pangandaran-CSIRT dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh skenario Uji Komunikasi (Communication Check) GovCSIRT Tahun 2026 yang diselenggarakan secara nasional oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Uji Komunikasi atau comcheck ini merupakan simulasi krusial yang melibatkan seluruh CSIRT di Indonesia. Secara sederhana, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan kelancaran jalur koordinasi antara CSIRT tingkat daerah dengan pusat (Gov-CSIRT) ketika terjadi insiden keamanan siber. Layaknya uji coba sinyal sebelum keadaan darurat sesungguhnya, pengujian ini sangat vital agar penanganan insiden siber ke depannya dapat dilakukan dengan cepat, responsif, dan terarah.
Berdasarkan hasil pengujian BSSN, komunikasi antara Pangandaran-CSIRT dan Gov-CSIRT terbukti berjalan sangat lancar. Skenario koordinasi berhasil diselesaikan tanpa hambatan melalui tiga jalur komunikasi utama yang diujikan, yaitu: Email, Telegram dan WhatsApp.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Pangandaran, Tonton Guntari, S.H., menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Tim Pangandaran-CSIRT. “Keberhasilan menyelesaikan uji komunikasi BSSN untuk kedua kalinya ini merupakan bagian dari perjalanan panjang Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam membangun ketahanan siber daerah. Kami menyadari masih banyak aspek keamanan digital yang harus terus diperkuat, namun kami berkomitmen untuk terus belajar dan bersiap satu langkah demi satu langkah,” ujar Tonton.
Dengan terujinya jalur komunikasi darurat ini, diharapkan ekosistem digital dan layanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dapat beroperasi dengan lebih aman. Kolaborasi yang lancar dengan BSSN juga memastikan bahwa Kabupaten Pangandaran tidak sendirian dalam menghadapi ancaman siber, melainkan terintegrasi dalam sistem pertahanan siber nasional.












