KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Menjelang tibanya Hari raya Idul Adha, Itqan Peduli bergelar cepat memperkuat pemahaman masyarakat terkait tata kelola hewan kurban. Melalui seminar manajemen kurban. Dengan mengusung tema “Penguatan Kapasitas Manajemen Kurban Yang Syar’i, Sehat, dan Profesional”, Sabtu(16/5/2026).
Kegiatan yang di pusatkan di Aula Al-Jabbar, Kecamatan Cimincrang, Gede Bage, Kota Bandung. Dibuka langsung oleh Ketua Founder Itqan Peduli dalam sambutannya, Yayat Ruhiyat memberikan apresiasi tinggi terhadap acara seminar manajemen kurban. Ia menekankan bahwa kualitas ibadah kurban bukan hanya soal teknis saja, namun perlu pemahaman aturan-aturan yang harus dijalankan dalam melaksanakan ibadah kurban, Ujarnya dihadapan 134 peserta.
Menghadirkan Dr. H Ijang Faisal, S.Ag,. M.Si. dari BAZNAS sebagai Keynotes Speaker pembuka Seminar Manajemen kurban dan sekaligus di buka langsung oleh perwakilan DKM Masjid Al-Jabbar Dr. KH.Tata Sukayat, M.Ag.
Sesi Materi pertama diisi oleh Dr. KH. Asep Zaenal Muttaqien, S.T,. M.Ag yang mengupas tuntas sisi fiqih kurban. Ia menyoroti banyaknya “salah kaprah” yang sudah menjadi trandisi di masyarakat umum namun sebenernya melenceng dari syariat, isu ini terkait Penanganan hewan kurban secara utuh dan halal menurut syariat Islam. Baik dari segi pemilihan hewan kurban, teknik dan hikmah penyembelihan, serta larangan yang tidak boleh dilakukan dalam berkurban.
Sesi kedua dilanjutkan oleh drh. Bukhori Muslim yang memaparkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, Menurutnya, dalam memilih hewan kurban tidak boleh cacat, harus cukup umur, hewan tidak kurus dan tidak terkena penyakit lain. Masih banyak masyarakat umum yang belum mengetahui kesehatan hewan kurban, maka diperlukan pemeriksaan khusus oleh TIM DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian).
Sebagai pamungkas, Ust Yusuf SZ Ash Shidiq menyampaikan materi yang menyentuh sisi spritual dan teknik. Ia menekankan bahwa ibadah ini hanya akan bermanfaat jika di dasari ketaqwaan Kepada Allah SWT. Ust Yusuf membedah teknik standarisasi sembelih halal: juru sembelih yan asli, alat yang tajam dan higenis, hewan yang cukup umur dan tidak cacat, serta proses penyembelihan yang sesuai adab ( membaringkan ke sisi kiri menghadap kiblat).
Melalui seminar manajemen kurban, Itqan Peduli berharap untuk para eksekutor penyembelihan hewan kurban tidak hanya soal teknis tetapi menjadi garda terdepan untuk memastikan, kebersihan daging kurban yang halal dan penuh berkah.















