Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahNasionalNewsRagam

Bangun Dakwah Ramah Disabilitas, Itqan Peduli dan Baitulmaal Muamalat Selenggarakan TOT Qur’an Isyarat

607
×

Bangun Dakwah Ramah Disabilitas, Itqan Peduli dan Baitulmaal Muamalat Selenggarakan TOT Qur’an Isyarat

Sebarkan artikel ini
Itqan Peduli bersama Baitulmaal Muamalat menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (TOT) Qur’an Isyarat.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Dakwah yang dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, menjadi hal yang sangat penting. Untuk mendukung hal tersebut, Itqan Peduli bersama Baitulmaal Muamalat menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (TOT) Qur’an Isyarat. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 12–13 Maret 2026 di wilayah Kecamatan Cibeunying Kidul. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk mempelajari metode membaca dan menyampaikan Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat tuli.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 20 orang guru ngaji dari berbagai wilayah di Kota Bandung. Para peserta mendapatkan pelatihan mengenai Qur’an isyarat yang bertujuan agar mereka dapat mengajarkan Al-Qur’an kepada penyandang disabilitas, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran. Dengan adanya pelatihan ini, para guru ngaji diharapkan dapat menjadi pengajar yang mampu menyampaikan ajaran Al-Qur’an secara lebih inklusif.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi dasar mengenai Qur’an isyarat. Materi yang diberikan tidak hanya berupa penjelasan teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung agar para peserta dapat memahami cara menggunakan bahasa isyarat saat membaca atau menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an. Kegiatan ini berlangsung dengan suasana yang penuh semangat karena para peserta merasa mendapatkan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat.

Kegiatan TOT Qur’an Isyarat ini juga melibatkan berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya program tersebut. Di antaranya adalah Kementerian Agama Kota Bandung, Dinas Sosial Kota Bandung, PKK Kota Bandung, serta Yayasan Biruku. Dukungan dari berbagai lembaga tersebut menunjukkan adanya kolaborasi untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak guru ngaji yang memiliki kemampuan untuk mengajarkan Al-Qur’an dengan metode yang lebih mudah dipahami oleh penyandang disabilitas. Dengan demikian, pembelajaran Al-Qur’an dapat menjangkau lebih banyak orang tanpa terkecuali, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan memahami Al-Qur’an.

example 325×300