Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Penanganan Banjir Kabupaten Bandung, Tina Wiryawati: Alokasi Anggaran Harus Beriringan dengan Penguatan Ekonomi

704
×

Penanganan Banjir Kabupaten Bandung, Tina Wiryawati: Alokasi Anggaran Harus Beriringan dengan Penguatan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Rencana strategis Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengatasi banjir di Kabupaten Bandung melalui pembangunan danau penampung dan pembenahan tata ruang mendapat dukungan dari legislatif. Anggota Komisi 3 DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal sisi penganggaran agar solusi lingkungan ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, Kamis(23/4/2026).

​Dalam Rapat Paripurna Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Gubernur yang akrab disapa KDM tersebut memaparkan bahwa Bandung secara geografis adalah sebuah “bendungan” alam, sehingga memperbanyak danau buatan dan memperbaiki tata ruang menjadi keharusan.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

​”Kami di Komisi 3 menyambut positif komitmen Gubernur untuk membantu pembuatan danau di lahan yang telah dibebaskan. Sebagai pengawas anggaran dan aset daerah, kami akan memastikan bantuan keuangan dari provinsi berjalan transparan dan efektif guna mengakhiri penderitaan warga akibat banjir tahunan,” ujar Tina Wiryawati.

​Salah satu poin yang disoroti Tina adalah rencana penghijauan Bandung Selatan dengan tanaman keras seperti teh dan kopi. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi Fraksi Gerindra dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui potensi lokal yang ada.

​”Penanaman teh dan kopi ini adalah langkah ganda. Selain fungsi konservasi untuk menahan air, ini adalah investasi ekonomi. Kami mendukung penuh pemberdayaan petani agar program ini menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi masyarakat dan daerah,” tambahnya.

​Mengenai kritik Gubernur terkait alih fungsi sawah menjadi pabrik, Tina menilai hal tersebut sebagai momentum untuk mengevaluasi iklim investasi di Jawa Barat. Ia menekankan bahwa pembangunan industri tidak boleh mengorbankan ruang resapan air yang berujung pada bencana.

​”Tata ruang yang salah bukan hanya merugikan lingkungan, tapi juga membebani APBD untuk penanggulangan bencana yang berkelanjutan. Penataan ulang tata ruang harus dilakukan secara terukur agar industri tetap tumbuh tanpa merusak ekosistem,” tegas legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat ini.

​Terkait penanganan sampah melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), Tina memastikan Komisi 3 akan memantau skema investasi dan kerja sama dengan pihak ketiga. Menurutnya, pengelolaan sampah yang terintegrasi akan mengurangi beban biaya sosial akibat banjir.

​”Kolaborasi lintas wilayah Bandung Raya sangat penting. Kami akan mengawal agar proyek PLTSa dan pembuatan danau ini menjadi aset daerah yang produktif. Jika lingkungan sehat dan bebas banjir, produktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung pasti akan meningkat pesat,” pungkas Tina.

​Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyambut baik sinergi ini dan menekankan pentingnya kerja sama lintas sektoral guna memastikan warga Kabupaten Bandung dapat hidup dengan lebih aman dan sejahtera di masa depan.

example 325×300