Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

OJK Tasikmalaya Bongkar Modus Scam Love 1 OTP Hilang Miliaran Rupiah Dalam Hitungan Menit

742
×

OJK Tasikmalaya Bongkar Modus Scam Love 1 OTP Hilang Miliaran Rupiah Dalam Hitungan Menit

Sebarkan artikel ini
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati bersama Jajaran OJK Tasikmalaya saat ditemui, Senin(24/8/2026). (Foto:Krist)

KORANPUBLIKA.CO.ID|Tasikmalaya,- Waspada, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mengingatkan masyarakat Priangan Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital atau scam online yang makin masif

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati menegaskan, perkembangan teknologi justru dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menguras dana nasabah tanpa korban sadar.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Ketika pelaku sudah mendapatkan OTP, mereka langsung beraksi mengambil dana korban. Modus yang kini paling menjadi perhatian kami adalah silent call, yaitu panggilan telepon tanpa suara yang ternyata digunakan untuk merekam sampel suara korban,” ungkap Nofa Senin(24/8/2026).

Nofa membeberkan ada 4 jenis scam online yang paling sering beredar dan menjerat korban yakni Love Scam, Penipuan berkedok asmara. Pelaku membangun hubungan, lalu minta transfer uang. Kemudian Sex Scam Jebakan konten dewasa. Korban diperas setelah terjebak video call.

“Lalu Call Scam Panggilan telepon mengaku dari bank, polisi, atau lembaga resmi dengan identitas palsu dan Silent Call Panggilan hening. Tujuannya merekam suara korban untuk pembobolan pakai voice verification.

Kata dia, Pelaku juga pandai menyamar. Lewat WhatsApp, mereka membuat profil mirip bank atau lembaga resmi. Banyak masyarakat tertipu karena tidak bisa membedakan akun asli dan abal-abal.

‘Kadang masyarakat tidak sadar membedakan antara akun resmi dan abal-abal. Begitu OTP diberikan, dana langsung terkuras,” jelasnya.

Nofa mencontohkan, kerugian akibat scam bisa mencapai miliaran rupiah.

Ada kasus seorang pengusaha yang tanpa sadar memberikan kode OTP kepada pelaku dengan dalih membantu mengembalikan dana, Padahal justru dari OTP itu uang korban dikuras,”kata Nofa.

“Karena itu OJK Tasikmalaya menekankan pentingnya kecepatan melapor. Masyarakat diminta langsung menghubungi Indonesia Anti-Scam Center (IASC)

“Jika laporan dilakukan kurang dari 30 menit, peluang dana kembali masih ada. Namun jika terlambat, uang biasanya sudah berpindah ke banyak rekening dalam hitungan menit,”ujar Nofa.

OJK menilai rendahnya literasi keuangan jadi tantangan utama. Banyak masyarakat masih tergiur iming-iming keuntungan instan tanpa kerja keras.

“Yah banyak yang tergiur keuntungan instan tanpa kerja keras. Padahal itu jebakan. Literasi masyarakat harus terus ditingkatkan agar tidak mudah terjerat scam,”tegas Nofa.

OJK Tasikmalaya bersama stakeholder akan menggenjot edukasi ke desa, sekolah, dan komunitas. Fokusnya mengenali ciri scam, tidak mudah percaya, dan tidak pernah memberikan OTP, PIN, atau data pribadi ke siapa pun, ” tegas Nofa.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan saat dihubungi melalui selulernya mengenai modus penipuan digital terbaru yakni mengenai scam Love pihaknya mengingat masyarakat agar tetap waspada, Karena scam love itu sasarannya bukan remaja tapi anak dewasa

Menurut dia, pelaku menjebak korban lewat media sosial dan aplikasi kencan dengan konten dewasa.

“Modusnya yah scam love ini memanfaatkan video call atau ajakan konten tidak senonoh. Setelah korban terjebak, pelaku merekam lalu memeras dengan ancaman akan menyebarluaskan ke keluarga dan media sosial,” ungkap Hendra, Senin (24/8/2026)

Korban tidak hanya remaja, tapi juga orang dewasa yang tergiur rayuan di dunia maya. Banyak yang akhirnya transfer uang karena panik dan malu.

Hendra menegaskan, masyarakat jangan mudah percaya ajakan orang tidak dikenal di dunia maya. Segera blokir, jangan turuti permintaan transfer, dan laporkan ke polisi terdekat.

“Jangan sampai karena 1 klik, harga diri dan tabungan ikut hilang,” pungkasnya

example 325×300