Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Bang Has Soroti Ketahanan Pangan hingga Infrastruktur dalam Evaluasi Pansus LKPJ Jawa Barat

729
×

Bang Has Soroti Ketahanan Pangan hingga Infrastruktur dalam Evaluasi Pansus LKPJ Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, H. M Hasbullah Rahmat, S. PD., M.Hum

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. M Hasbullah Rahmat, S. PD, M. Hum, atau yang akrab disapa Bang Has memberikan catatan strategis dalam rangkaian rapat Pansus LKPJ terkait kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam evaluasi tersebut, Bang Has menekankan pentingnya kolaborasi tanpa ego sektoral untuk mewujudkan Jawa Barat sebagai lumbung padi nomor satu di Indonesia, Rabu(29/4/2026).

​Bang Has menyoroti kondisi Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat yang saat ini masih berada di angka 114-115, di bawah rata-rata nasional sebesar 125. Ia menegaskan, peluang Jawa Barat untuk menyalip Jawa Timur sebagai produsen padi terbesar sangat terbuka lebar.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

​”Kita harus bisa menjadi nomor satu. Kuncinya adalah fokus men-support kesejahteraan petani lewat program irigasi teknis dan bibit unggul. Masih banyak sawah tadah hujan yang panennya hanya sekali setahun. Jika irigasi lancar dan teknologi pompa masuk, petani bisa panen dua hingga tiga kali setahun,” tegas Bang Has.

​Beliau juga mengingatkan bahwa produktivitas pangan tidak boleh hanya terpaku pada beras, tetapi juga komoditas lain seperti sayuran, jagung, kentang, hingga protein hewani (ikan, telur, daging) untuk memenuhi kebutuhan 52 juta warga Jabar yang diprediksi melonjak ke angka 63 juta pada tahun 2042.

​Selain pangan, Bang Has mendorong penguatan UMKM melalui legalitas sertifikasi Halal dan standar SNI. Menurutnya, pemerintah harus hadir membantu networking dengan perbankan serta peningkatan kualitas kemasan (packaging).

​”UMKM harus naik kelas agar bisa merekrut lebih banyak karyawan. Namun, kesuksesan UMKM juga sangat bergantung pada infrastruktur. Jalan harus ‘ra licin’ (tidak licin/mulus) agar arus barang lancar. Kalau distribusi terhambat, harga jatuh karena barang busuk,” jelasnya.

​Terkait infrastruktur di bawah naungan mitra Komisi 4 (Bina Marga), Bang Has mengapresiasi upaya Gubernur menjadikan jalan provinsi mulus. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait Penerangan Jalan Umum (PJU).

* ​Pemerataan PJU: PJU berkarakter yang sudah ada harus diperluas distribusinya, terutama di daerah perbatasan dan area “gelap gulita”.

* ​Keamanan Ekstra: Di jalan provinsi yang berbatasan dengan jurang, Bang Has mendesak pemasangan barrier atau pagar pengaman untuk mereduksi tingkat kecelakaan.

* ​Estetika & Fungsi: Beliau mengingatkan agar penempatan tiang PJU tidak tertutup pohon, agar manfaat pencahayaan dan sisi estetikanya maksimal.

​Menutup keterangannya, Bang Has menekankan bahwa kinerja Provinsi adalah akumulasi dari kinerja 27 Kota dan Kabupaten. Ia berharap program Gubernur seperti jalan desa, Ruang Kelas Baru (RKB), dan sekolah baru terus dilakukan secara masif di daerah.

​”Tujuannya supaya 27 Kota/Kabupaten merasa memiliki Jawa Barat. Kita harus berjuang bersama agar Jawa Barat ini menjadi istimewa dan benar-benar menjadi juara,” pungkas Bang Has.

example 325×300