Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Tragedi Kereta Bekasi: Hasbullah Rahmat Desak RS Prioritaskan Korban dan Hapus Perlintasan Sebidang

727
×

Tragedi Kereta Bekasi: Hasbullah Rahmat Desak RS Prioritaskan Korban dan Hapus Perlintasan Sebidang

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, H. M Hasbullah Rahmad, S.PD, M. Hum,

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. M Hasbullah Rahmat, S. PD, M. Hum, menyampaikan duka mendalam sekaligus instruksi tegas merespons kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.Tragedi yang mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang luka-luka ini memicu desakan untuk evaluasi total terhadap sistem keamanan transportasi di Jawa Barat.

Pria yang akrab disapa Bang Has ini meminta seluruh rumah sakit yang menangani korban, baik di Bekasi maupun rumah sakit rujukan, untuk memberikan pelayanan medis prioritas. Ia menekankan agar tidak ada kendala administrasi yang menghambat penanganan nyawa.”Kami di Komisi V menginstruksikan agar rumah sakit tidak mempersulit administrasi. Fokus utama adalah penanganan medis yang cepat. Biaya sudah dijamin pemerintah, jadi jangan sampai ada kendala biaya bagi korban luka,” tegas Bang Has saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Selain itu, legislator asal Depok ini meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Jawa Barat mengawal percepatan pencairan santunan senilai Rp50 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia. “Santunan harus segera sampai ke tangan ahli waris tanpa prosedur berbelit sebagai bentuk dukungan moral dan materiil dari negara,” tambahnya.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Selain penanganan pasca-kejadian, Bang Has menyoroti akar masalah kecelakaan yang dipicu oleh adanya taksi listrik yang mogok di lintasan rel. Menurutnya, keberadaan perlintasan sebidang sudah tidak ideal bagi wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Jabodetabek.”Saya sangat prihatin. Ke depannya, wajib hukumnya seluruh perlintasan sebidang di Jawa Barat dibangun underpass atau flyover. Ini langkah mutlak untuk mereduksi tingkat kecelakaan,” ujar Bang Has. Ia menjelaskan beberapa alasan mendesak mengapa perlintasan sebidang harus segera dihapus:

  1. Risiko Listrik: Perlintasan di atas rel yang memiliki aliran listrik sangat rawan bagi masyarakat dan kendaraan.
  2. Vitalitas KRL: Di Jabodetabek, KRL adalah moda transportasi vital dengan frekuensi perjalanan yang sangat cepat.
  3. Kesalahan Teknis: Kendaraan mogok di perlintasan sebidang akan selalu menjadi ancaman kecelakaan fatal selama jalan raya dan rel masih sejajar.

Bang Has juga mendesak operator transportasi dan Dinas Perhubungan untuk memperkuat sistem mitigasi berbasis teknologi. Ia menuntut adanya sistem peringatan dini yang mampu mengirimkan sinyal bahaya ke masinis dalam hitungan detik jika terdapat hambatan di lintasan.”Mitigasi teknologi dan koordinasi lapangan harus diperkuat. Informasi kendaraan mogok harus sampai ke masinis secara real-time untuk menghindari tabrakan fatal seperti ini,” pungkasnya.Peristiwa memilukan ini bermula saat KRL rute Jakarta-Bekasi terhenti akibat kendala kendaraan di rel, yang kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Bang Has mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk mendoakan para korban dan memberikan dukungan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

example 325×300